Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Eks Cawalkot Palopo, Putri Dakka (Dok. Instagram Putridakka).
Eks Cawalkot Palopo, Putri Dakka (Dok. Instagram Putridakka).

Intinya sih...

  • Putri Dakka adalah politisi-pengusaha kelahiran Palopo, 20 Januari 1987, dengan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

  • Putri Dakka pernah menjadi calon Walikota Palopo dan mencalonkan diri dari Dapil Sulawesi Selatan III pada Pemilu 2024.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Putriana Hamka Dakka atau akrab disapa Putri Dakka merupakan politisi Partai NasDem yang disebut menjadi sosok pengganti Rusdi Masse di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW).

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, mengatakan proses tersebut akan mengikuti aturan yang berlaku.

“Kan undang-undang (UU) jelas, UU Pemilu, nanti kita siapkan calon-calon pengganti. Artinya suara di bawah, suara ketiga ya, di bawahnya nanti kita cek. Berproses semua,” ujar Saan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), calon yang berada di urutan berikutnya setelah Rusdi Masse dan Eva Stevany Rataba di Dapil Sulsel III adalah Putriana Hamka Dakka atau Putri Dakka, dengan perolehan 53.700 suara.

Berikut merupakan profil lengkap dari Putri Dakka!

1. Latar belakang Putri Dakka yang seorang politisi-pengusaha

Eks Cawalkot Palopo, Putri Dakka (Dok. Instagram Putridakka).

Putri Dakka merupakan seorang politisi sekaligus pengusaha. Perempuan kelahiran Palopo, 20 Januari 1987 ini mengawali pendidikan di SDN 232 Walmas, Luwu Utara, kemudian melanjutkan ke SMPN 2 Palopo dan SMAN 6 Palopo. Lebih lanjut, dia menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Di dunia bisnis, karier Putri Dakka telah dirintis sejak 2013. Dia dikenal sebagai pemilik PT Dakka Opa Energy Timur (DOET), perusahaan yang menyuplai Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk sejumlah perusahaan tambang di kawasan Timur Indonesia.

Selain itu, dia juga mendirikan bisnis skincare dan kosmetik bernama Lavish Glow. Di media sosial, khususnya Instagram, Putri Dakka aktif membagikan konten dan memiliki basis pengikut sebanyak 218.000 orang per hari ini Senin, (9/02/2026).

2. Jejak karier politik Putri Dakka, sempat menjadi calon Wali Kota Palopo

Empat pasangan calon di pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Palopo. (Dok. KPU Palopo)

Mengutip dari laman resmi Partai NasDem, Putri Dakka tercatat pernah dilantik sebagai Ketua DPD NasDem Kabupaten Luwu Utara di Lapangan Kamiri Desa Baloli pada 11 Agustus 2022 oleh Ketua DPW NasDem Sulsel kala itu, Rusdi Masse.

Tak hanya itu, pada Pemilu 2024, Putri Dakka maju sebagai calon Wali Kota Palopo dengan nomor urut 1, didampingi Haidir Basir dan didukung tiga partai. Meski didukung PAN, PDIP, dan PPP, pasangan tersebut hanya meraih 7.729 suara atau 8.18 persen, menjadikannya sebagai calon dengan perolehan suara terkecil.

Pada tahun yang sama, Putri Dakka juga mencalonkan diri dari Dapil Sulawesi Selatan III. Dengan memperoleh 53.700 suara, dia berada di urutan ketiga dari dua kursi yang diperoleh NasDem di dapil tersebut sehingga membuatnya menjadi kandidat kuat pengganti Rusdi Masse yang mengundurkan diri.

3. Kekayaan Putri Dakka capai Rp54 milliar

Ilustrasi harta kekayaan (IDN Times/Sukma Shakti)

Sementara, kekayaan Putri Dakka dilaporkan mencapai puluhan miliar rupiah. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024, total harta yang dicatatkannya senilai Rp54.170.468.000.

Harta tersebut mencakup berbagai properti di Makassar dan Palopo, seperti sebidang tanah dan bangunan di Tamalanrea, Makassar, senilai Rp4,6 miliar, serta tanah seluas 7.392 m² di Mungkajang, Palopo, senilai Rp7,392 miliar.

Dia juga memiliki koleksi mobil mewah, antara lain Ford Mustang (2022) senilai Rp1,65 miliar, Lamborghini Gallardo (2013) senilai Rp4 miliar, dan BMW sedan (2022) senilai Rp1 miliar. Selain itu, tercatat kepemilikan 25.000 lembar saham PT DOET senilai Rp25 miliar dan perhiasan logam mulia senilai Rp503,468 juta. Dalam laporan tersebut, dia juga mencantumkan total hutang sebesar Rp2.434.636.908.

4. Putri Dakka pernah tersangkut kasus hukum penipuan

Ilustrasi hukum (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Di luar aktivitas politik dan bisnisnya, Putri Dakka pernah tersangkut kasus hukum. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam dua laporan dugaan penipuan dengan kerugian mencapai miliaran rupiah.

Kasus tersebut bermula dari laporan dua warga yang mengaku menjadi korban penipuan dengan total kerugian Rp1,7 miliar dan Rp1,9 miliar. Selain itu, dia juga dilaporkan terkait program umrah bersubsidi dan penawaran iPhone bersubsidi. Dalam laporan tersebut, diperkirakan terdapat 69 orang korban dengan total kerugian lebih dari Rp1 miliar karena program pemberangkatan umrah yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi.

Kendati demikian, Putri Dakka membantah kabar yang menyebut dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel dalam kasus dugaan penipuan subsidi umrah dan iPhone.

5. Konteks pergantian kursi di DPR

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep berfoto bersama Rusdi Masse Mappasessu (RMS) setelah bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia dalam Rakernas PSI di Hotel Claro, Makassar, Kamis (29/1/2026). (Dok. PSI Sulsel)

Sebelumnya, proses pergantian di DPR ini berawal dari mundurnya Rusdi Masse dari Partai NasDem. Mantan Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan yang juga pernah menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Keberpindahan Rusdi Masse ke PSI diumumkan langsung oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, dalam Rapat Kerja Nasional partai di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 29 Januari 2026. Hijrahnya Rusdi menambah daftar mantan kader NasDem yang pindah ke PSI, setelah sebelumnya diikuti oleh mantan Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali dan eks anggota DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus.

Editorial Team