Jakarta, IDN Times - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkap progres penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, telah mencapai 80 persen. Di tengah perkembangan tersebut, Komnas HAM mendesak TNI segera mengumumkan identitas para pelaku ke publik.
Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin P Siagian, mengatakan transparansi menjadi hal penting dalam penegakan hukum kasus ini.
"Dalam kesempatan itu juga kami mendorong supaya ada transparansi penegakan hukum, antara lain kita berharap segera ada pengumuman terkait identitas pelaku kepada publik," ujar Saurlin dalam jumpa pers usai meminta keterangan pihak TNI di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).
