Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Psikolog Ungkap Ruang Aman Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak
Momen Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya berinteraksi dengan anak-anak di pengungsian saat Presiden Prabowo beri sambutan (dok. Sekretariat Presiden)

Intinya sih...

  • Ruang aman bagi anak setidaknya mencakup tiga aspek utama: keamanan fisik, emosional, dan sosial.

  • Penting memberikan perhatian saat anak berinteraksi dan menetapkan batasan yang sehat dalam pengasuhan.

  • Lingkungan pengasuhan yang aman membantu anak merasa dihargai, dicintai, dan melindungi dari risiko kekerasan serta gangguan kesehatan mental.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemenuhan kebutuhan fisik saja tidak cukup untuk memastikan anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Aspek lingkungan pengasuhan yang aman, hangat, dan mendukung secara emosional disebut berperan penting dalam membentuk perkembangan mental dan sosial anak sejak usia dini.

Psikolog Novi Ernilawat menjelaskan ruang aman bagi anak merujuk pada lingkungan yang membuat anak merasa terlindungi, didengar, dan dihargai. Kondisi tersebut memungkinkan anak mengenali emosi, mengekspresikan perasaan, serta membangun rasa percaya diri dalam proses tumbuh kembangnya.

“Ruang aman tidak selalu tentang tempat, tetapi tentang relasi. Anak merasa aman ketika orang dewasa di sekitarnya mampu hadir, mendengarkan, dan memberi respons yang tepat,” kata Novi dalam keterangan resmi Kemendukbangga, dikutip Sabtu (17/1/2026).

1. Ruang aman bagi anak setidaknya mencakup tiga aspek utama

Arsip foto - Anak-anak korban bencana mengikuti program pemulihan trauma di Pidie Jaya, Aceh, Selasa (9/12/2025). dok. (ANTARA/HO-Humas BKKBN Aceh)

Novi menyebutkan, ruang aman bagi anak setidaknya mencakup tiga aspek utama. Pertama, keamanan fisik, yakni kondisi lingkungan yang terbebas dari ancaman dan risiko bahaya. Kedua, keamanan emosional, ketika anak dapat menyampaikan perasaan tanpa rasa takut disalahkan.

Ketiga, keamanan sosial, yang tercermin dalam hubungan yang saling mendukung serta bebas dari tekanan dan diskriminasi.

Novi menegaskan orang tua dan pengasuh memegang peran penting dalam membentuk ruang aman bagi anak.

2. Penting beri perhatian saat anak berinteraksi dan beri batasan sehat

Anak-anak bermain di antara puing banjir yang menerjang Desa Hutanobolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Jumat (19/12/2025). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Beberapa langkah yang disampaikan antara lain memberikan perhatian penuh saat anak berbicara, menetapkan batasan yang sehat, serta menunjukkan sikap saling menghormati dalam keseharian. Menurutnya, praktik pengasuhan tersebut memiliki dampak langsung terhadap rasa aman yang dirasakan anak.

3. Membantu anak merasa dihargai dan dicintai

Anak-anak bermain ayunan di hunian sementara yang dibangun Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Lingkungan pengasuhan yang aman, lanjut Novi, membantu anak merasa dihargai dan dicintai. Kondisi ini juga berperan sebagai faktor pelindung dari berbagai risiko, seperti kekerasan, perundungan, serta gangguan kesehatan mental di kemudian hari.

Dengan demikian, tumbuh kembang anak tidak hanya dipengaruhi oleh asupan gizi dan pendidikan formal, tetapi juga oleh rasa aman yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Ruang aman yang dibangun di rumah dan lingkungan terdekat menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi masa depan.

Editorial Team