Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Puncak Arus Mudik Tembus 270 Ribu Kendaraan, Naik 4,26 Persen
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menghadiri rapat bersama pakar transportasi dalam rangka persiapan Idul Fitri 1447 H di Kantor Jasa Raharja, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Dok. Korlantas Polri)
  • Volume kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran 2026 mencapai 270 ribu unit, naik 4,26 persen dibanding tahun sebelumnya, namun kondisi lalu lintas tetap terkendali.
  • Korlantas menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow dari KM 36 hingga KM 70 arah Trans Jawa dan sempat menutup tol layang MBZ selama sekitar satu setengah jam.
  • Angka kecelakaan turun 2,8 persen dengan fatalitas korban meninggal berkurang hingga 40 persen dibanding tahun lalu selama Operasi Ketupat berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Volume kendaraan pada puncak arus mudik Lebaran 2026 tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Korlantas Polri mencatat, lonjakan kendaraan mencapai 270 ribu unit dalam satu hari.

Berdasarkan data pada Kamis (19/3/2026), jumlah tersebut naik sekitar 4,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang tercatat sebanyak 258 ribu kendaraan.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan, kondisi arus lalu lintas masih terpantau terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan. “Adapun kondisi daripada arus lalu lintas khususnya di jalan tol, tentunya juga kami melihat dampaknya ke arteri ya. Sampai saat ini cukup terkendali,” kata Kakorlantas di Tol Jakarta–Cikampek, dikutip Jumat (20/3/2026).

1. Menerapkan contraflow dari KM 36 hingga KM 70 arah Trans Jawa

Penerapan contra flow di Tol Jakarta-Cikampek saat periode mudik Lebaran 1447 Hijriyah/2026. (dok. Jasa Marga)

Guna mengantisipasi kepadatan, Korlantas menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di sejumlah titik, mulai dari kilometer 36 hingga kilometer 70 arah Trans Jawa.

“Oleh sebab itu, mekanisme daripada rekayasa lalu lintas dari kilometer 36 tadi sudah kami lakukan contraflow satu lajur sampai kilometer 47. Setelah masih ada bangkitan lagi, dari kilometer 47 kita perpanjang ke km 48, itu dua lajur. Dari kilometer 48, kami buat lagi contraflow lajur 3 sampai ke kilometer 70. Sampai kilometer 70, tentunya nanti arah ke Trans Jawa alhamdulillah lancar karena sudah kita lakukan one way nasional. Itu kondisi yang ter-update hari ini,” ujar dia.

2. Tol layang MBZ sempat ditutup sementara

ilustrasi plang biru jalan Tol MBZ (dok. Kemlu)

Selain itu, tol layang MBZ sempat ditutup sementara selama sekitar satu setengah jam pada Kamis, 19 Maret 2026 untuk mendukung pelaksanaan rekayasa lalu lintas, sebelum akhirnya kembali dibuka dan arus berangsur normal.

“(Tol) MBZ tadi (Kamis 19 Maret 2026) kita tutup hampir satu setengah jam. Karena langkah-langkah daripada contraflow sudah selesai ya tentunya kita buka lagi, dan alhamdulillah sekarang lancar. Sudah lancar ya,” ungkap Agus.

3. Angka kecelakaan lalu lintas menurun 2,8 persen

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menghadiri rapat bersama pakar transportasi dalam rangka persiapan Idul Fitri 1447 H di Kantor Jasa Raharja, Jakarta, Rabu (11/3/2026). (Dok. Korlantas Polri)

Di sisi lain, Korlantas mencatat angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sebesar 2,8 persen, sementara fatalitas korban meninggal dunia turun hingga 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami sampaikan bahwa peristiwa kecelakaan juga turun 2,8 persen per hari ini (Kamis 19 Maret 2026). Tetapi fatalitas korban yang meninggal dunia itu turun 40 persen. Jadi masih bagus, moga-moga sampai akhir Operasi Ketupat masih bisa kita pertahankan,” ucapnya.

“Kami mengharapkan untuk rekan-rekan pemudik agar memang harus hati-hati, harus sabar. Puncak arus sudah kita lalui, tinggal sekian persen nanti kita tunggu untuk kita amankan,” kata dia.

Editorial Team