Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Rusia, Vladimir Putin
Presiden Rusia, Vladimir Putin (Duma.gov.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Dana dapat diambil dari aset Rusia yang dibekukan.

  • Satu dari empat badan yang ditunjuk untuk mengelola fase transisi di Jalur Gaza.

  • Rusia mempertimbangkan bergabung secara permanen dengan menggunakan dana dari aset yang saat ini masih dibekukan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesiapan Moskow untuk membayar dana sebesar 1 miliar dolar AS dari aset Rusia yang dibekukan sebagai biaya keanggotaan permanen dalam “Board of Peace” (BoP) atau Dewan Perdamaian. Ini adalah badan internasional baru yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pernyataan itu disampaikan Putin dalam pertemuan Dewan Keamanan Rusia di Moskow, Rabu (21/1/2026). Melansir dari Anadolu Agency, dalam kesempatan tersebut, Putin mengatakan dirinya telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Rusia untuk mempelajari proposal tersebut dan mengoordinasikan sikap dengan para mitra internasional.

“Kita bisa mengirimkan 1 miliar dolar AS dari aset Rusia yang dibekukan selama pemerintahan AS sebelumnya ke Dewan Perdamaian,” kata Putin.

1. Dana tersebut dapat diambil dari aset Rusia

Presiden Rusia, Vladimir Putin (kiri), dan Presiden AS, Donald Trump (kanan). (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Dia menegaskan dana tersebut dapat diambil dari aset Rusia yang sebelumnya dibekukan oleh Amerika Serikat pada masa pemerintahan sebelumnya.

Putin juga menyampaikan bahwa pemerintah Rusia tengah mengkaji secara menyeluruh tawaran bergabung dengan badan yang dipromosikan AS tersebut, termasuk implikasi politik dan diplomatiknya.

2. Satu dari empat badan yang ditunjuk untuk mengelola fase transisi di Jalur Gaza

Presiden AS, Donald Trump (kiri), dan Presiden Rusia, Vladimir Putin (kanan). (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Pekan lalu, Gedung Putih mengumumkan pembentukan Board of Peace, bersamaan dengan persetujuan pembentukan National Committee for the Administration of Gaza. Komite tersebut merupakan salah satu dari empat badan yang ditunjuk untuk mengelola fase transisi di Jalur Gaza.

Berdasarkan pernyataan para pemimpin dunia yang diundang untuk bergabung, keanggotaan dalam BoP diberikan secara gratis selama tiga tahun pertama. Setelah periode tersebut berakhir, negara anggota yang ingin mempertahankan status keanggotaan permanen diwajibkan membayar biaya sebesar 1 miliar dolar AS.

3. Rusia jadi salah satu negara yang pertimbangkan bergabung permanen

Presiden Rusia Vladimir Putin menerima kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, Kamis (19/6/2025) (dok. BPMI Sekretariat Presiden)

Pembentukan BoP bertepatan dengan dimulainya fase kedua perjanjian gencatan senjata yang menghentikan perang Israel di Gaza. Konflik tersebut telah berlangsung sejak Oktober 2023. Dari data yang disampaikan dalam pernyataan resmi, perang telah menewaskan lebih dari 71.000 orang dan melukai lebih dari 171.000 lainnya.

Rusia menjadi salah satu negara yang mempertimbangkan untuk bergabung secara permanen dengan badan tersebut, dengan menggunakan dana dari aset yang saat ini masih dibekukan.

Putin menegaskan langkah tersebut masih dalam tahap kajian dan akan dibahas lebih lanjut bersama kementerian terkait serta mitra internasional Rusia.

Editorial Team