Penjelasan Lengkap Kemlu Alasan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza

- Board of Peace (BOP) dianggap mekanisme sementara yang punya legitimasi internasional
- Indonesia resmi bergabung dengan Board of Peace (BoP) untuk Gaza
- Negara-negara sepakat bergabung dengan dewan perdamaian dan mendukung rencana Trump soal Gaza
Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Vahd Nabyl Achmad Mulachela menjelaskan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) atau Dewan Perdamaian. Menurut dia tujuannya adalah tak lain untuk kemanusiaan.
Hal itu, kata Vahd, murni dilakukan Indonesia untuk menghentikan kekerasan, memperluas akses bantuan rakyat Palestina di Jalur Gaza, dan melindungi masyarakat sipil.
"Tujuannya adalah untuk mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, dan memperluas akses bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang berada di Gaza," ujar dia dalam konferensi pers daring, Kamis (22/1/2026).
1. Dipandang jadi mekanisme sementara yang punya legitimasi internasional

BoP juga dipandang jadi mekanisme sementara yang punya legitimasi internasional, karena sudah dapat dukungan dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau DK PBB.
“Kami melihat Board of Peace ini sebagai mekanisme yang sifatnya sementara untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil, serta di-endorse Dewan Keamanan PBB,” katanya.
2. Indonesia resmi bergabung dengan Board of Peace (BoP)

Indonesia resmi bergabung dengan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian untuk Gaza. Tak hanya Indonesia, negara anggota Development 8 (D-8) juga menyatakan kesediaannya bergabung dengan dewan yang dibuat oleh AS ini.
“Menteri Luar Negeri Republik Turki, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Indonesia, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menyambut baik undangan yang disampaikan kepada para pemimpin mereka oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian,” demikian pernyataan bersama D-8 yang disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (21/1/2026).
3. Negara sepakat gabung Dewan Perdamaian dukung rencana Trump soal Gaza

Dalam pernyataan itu, disebutkan setiap negara akan menandatangani dokumen bergabung BoP.
“Para menteri mengumumkan keputusan bersama negara mereka untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian. Setiap negara akan menandatangani dokumen bergabung, sesuai dengan prosedur hukum dan prosedur lain yang diperlukan masing-masing negara,” lanjutnya.
Para menteri juga menegaskan kembali dukungan negara mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Presiden Trump.
“Para Menteri menegaskan kembali komitmen negara mereka untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi, sebagaimana diuraikan dalam Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza dan didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803,” katanya.















