Jakarta, IDN Times - Di tengah teriknya perjalanan kafilah dagang Quraisy menuju Syam--Suriah, Palestina, Yordania, dan Lebanon--sebuah kejadian di luar nalar tertangkap oleh mata tajam seorang pendeta bernama Bahira.
Sebagaimana mengutip Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, dari dalam biaranya di Busra--kota kuno bersejarah yang terletak di Provinsi Daraa, bagian selatan Suriah--ia tidak melihat sekadar rombongan pedagang biasa.
Mata Bahira terpaku pada segumpal awan yang terus menaungi seorang anak muda di tengah arak-arakan, serta ranting-ranting pohon yang merunduk luluh seolah memberi salam takzim saat anak itu bernaung di bawahnya.
