Kisah Suraqah bin Malik dan Mukjizat Pelindung Nabi Muhammad

Suraqah bin Malik tergiur hadiah seratus unta dan mengejar Nabi Muhammad SAW saat peristiwa hijrah menuju Madinah.
Keajaiban terjadi ketika kuda Suraqah terperosok ke tanah, membuatnya sadar akan perlindungan Ilahi terhadap Rasulullah.
Suraqah akhirnya bertobat, menyimpan tanda perjanjian dengan Nabi, lalu memeluk Islam setelah kemenangan besar umat Muslim.
Jakarta, IDN Times - Hijarah Nabi Muhammad SAW ke Madinah penuh dengan rintangan dan perjuangan, hingga ancaman nyawa Rasulullah. Seperti kisah pengejaran Suraqah bin Malik terhadap Rasulullah SAW saat akan hijrah ke Madinah.
Sebagaimana catatan sejarah Ibnu Hisyam dari Ibnu Ishaq, di tengah gersangnya jalur pelarian menuju Madinah, sebuah sayembara besar diumumkan di Makkah. Barang siapa yang berhasil membawa Muhammad hidup atau mati, imbalannya tak main-main: seratus ekor unta.
Angka yang menggiurkan ini membakar ambisi Suraqah bin Malik bin Ju'syum untuk segera memacu kudanya menembus cakrawala.
1. Ambisi hadiah 100 unta membuat Suraqah mengincar Rasulullah

Suraqah mulai menelusuri jejak-jejak samar di pasir gurun. Namun, baru saja kudanya berlari kencang, tiba-tiba hewan itu tersandung dan membuat Suraqah terlempar jatuh.
Meski ia merasa itu adalah pertanda sial, ambisi seratus unta mengalahkan rasa takutnya. Ia bangkit dan memacu kudanya lagi, namun kejadian serupa terulang kembali. Suraqah tetap teguh pada niatnya untuk memburu sang Nabi.
2. Bumi menolak hingga Suraqah bergetar

Saat jarak semakin dekat dan sosok Rasulullah mulai terlihat Suraqah, keajaiban terjadi. Kaki-kaki kuda Suraqah mendadak terperosok masuk ke dalam tanah yang padat.
Asap tebal laksana badai berdebu muncul saat kuda itu berusaha menarik kakinya keluar. Suraqah gemetar. Ia sadar sepenuhnya bahwa Muhammad bukanlah manusia biasa, dan berada di bawah perlindungan Ilahi.
3. Sebuah perjanjian damai

Suraqah yang tadinya sang pemburu, kini berteriak memohon belas kasihan. "Aku Suraqah bin Ju'syum! Tunggulah aku, aku ingin bicara. Demi Allah, aku tidak berniat buruk pada kalian!" serunya.
Rasulullah kemudian meminta Abu Bakar memberikan sebuah tulisan di sepotong tulang atau tembikar, sebagai tanda pertemuan mereka. Suraqah menyimpannya dengan rapi, lalu kembali ke Makkah tanpa menceritakan kejadian aneh tersebut kepada siapa pun.
Bertahun-tahun berlalu, setelah kemenangan besar Islam di Perang Hunain dan Thaif, Suraqah muncul kembali. Ia mendatangi Rasulullah di Al-Ji'ranah, sambil membawa kembali tulisan tersebut.
Di hadapan sang Nabi, Suraqah bin Malik akhirnya menyatakan keislamannya. Ia yang dulu mengejar dengan pedang karena harta, kini datang kembali dengan hati yang lapang untuk bersujud kepada Allah SWT.


.jpg)













