Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, mengatakan pemerintah serius dalam menjaga kekayaan hayati global melalui pengukuhan status hutan adat, pelestarian satwa liar, serta penanggulangan tindak pidana terhadap satwa. Hal ini diutarakan Raja Juli saat menghadiri jamuan makan siang bersama The Royal Foundation di London.
Raja Juli juga ikut mendampingi Presiden Prabowo Subianto yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Inggris. Prabowo diagendakan hadir dalam acara Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) bersama Raja Charles III, Rabu (21/1/2026).
Dalam pertemuan dengan Direktur Eksekutif The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales, Tom Clements, Raja Juli memaparkan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi. Raja Juli juga menekankan, Indonesia memegang teguh komitmen terhadap Global Biodiversity Framework.
Legalisasi hutan adat menjadi pondasi utama dalam strategi konservasi nasional. Kebijakan ini dinilai mampu memperkuat fungsi masyarakat adat serta komunitas lokal dalam menjaga kelestarian ekosistem.
Dalam acara United for Wildlife Global Summit di Rio de Janeiro pada November 2025, Pemerintah Indonesia menargetkan pengukuhan seluas 1,4 juta hektare hutan adat, di mana progres signifikan telah terlihat sepanjang 2025.
"Pengakuan hutan adat memberdayakan masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai garda terdepan penjaga keanekaragaman hayati," ujar Raja Juli dalam keterangannya, dikutip Selasa (20/1/2026).
