Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni bertemu Direktur Eksekutif The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales, Dr. Tom Clements (dok. Tim Menhut Raja Juli Antoni)
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni bertemu Direktur Eksekutif The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales, Dr. Tom Clements (dok. Tim Menhut Raja Juli Antoni)

Intinya sih...

  • Pemerintah juga telah menerbitkan pedoman bagi calon verifikator hutan adat

  • Pemerintah berusaha redam konflik antara manusia dan satwa liar

  • Patroli di habitat kritis digencarkan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, mengatakan pemerintah serius dalam menjaga kekayaan hayati global melalui pengukuhan status hutan adat, pelestarian satwa liar, serta penanggulangan tindak pidana terhadap satwa. Hal ini diutarakan Raja Juli saat menghadiri jamuan makan siang bersama The Royal Foundation di London.

Raja Juli juga ikut mendampingi Presiden Prabowo Subianto yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Inggris. Prabowo diagendakan hadir dalam acara Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) bersama Raja Charles III, Rabu (21/1/2026).

Dalam pertemuan dengan Direktur Eksekutif The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales, Tom Clements, Raja Juli memaparkan posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi. Raja Juli juga menekankan, Indonesia memegang teguh komitmen terhadap Global Biodiversity Framework.

Legalisasi hutan adat menjadi pondasi utama dalam strategi konservasi nasional. Kebijakan ini dinilai mampu memperkuat fungsi masyarakat adat serta komunitas lokal dalam menjaga kelestarian ekosistem.

Dalam acara United for Wildlife Global Summit di Rio de Janeiro pada November 2025, Pemerintah Indonesia menargetkan pengukuhan seluas 1,4 juta hektare hutan adat, di mana progres signifikan telah terlihat sepanjang 2025.

"Pengakuan hutan adat memberdayakan masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai garda terdepan penjaga keanekaragaman hayati," ujar Raja Juli dalam keterangannya, dikutip Selasa (20/1/2026).

1. Pemerintah juga telah menerbitkan pedoman bagi calon verifikator hutan adat

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni bertemu Direktur Eksekutif The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales, Dr. Tom Clements (dok. Tim Menhut Raja Juli Antoni)

Raja Juli menyampaikan, pemerintah Indonesia juga telah menerbitkan pedoman bagi calon verifikator hutan adat. Sehingga, semua prosesnya sudah sesuai aturan yang berlaku dalam menetapkan hutan adat.

"Sepanjang 2025, kemajuan nyata telah dicapai, dengan sejumlah unit hutan adat yang sedang melalui tahapan penetapan, konsolidasi, verifikasi, hingga penetapan hukum. Untuk menjamin kredibilitas dan kualitas, Indonesia telah menerbitkan Pedoman bagi Calon Verifikator Hutan Adat serta melaksanakan program peningkatan kapasitas di berbagai wilayah," kata Raja Juli.

2. Pemerintah berusaha redam konflik antara manusia dan satwa liar

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni bertemu Direktur Eksekutif The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales, Dr. Tom Clements (dok. Tim Menhut Raja Juli Antoni)

Di sisi lain, pemerintah memperhatikan pada upaya meredam konflik antara manusia dan satwa liar, terutama yang melibatkan gajah di wilayah Sumatra.

"Peta jalan mitigasi konflik manusia–gajah menargetkan 75 persen konflik dapat dikelola secara efektif dan penurunan risiko hingga 75 persen pada 2030," kata dia.

3. Patroli di habitat kritis digencarkan

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni bertemu Direktur Eksekutif The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales, Dr. Tom Clements (dok. Tim Menhut Raja Juli Antoni)

Terkait pemberantasan kejahatan terhadap satwa, Indonesia mengintensifkan patroli di kawasan habitat kritis serta memperketat pengawasan di pintu keluar-masuk negara seperti pelabuhan dan bandara. Upaya ini juga mencakup repatriasi satwa hasil selundupan kembali ke alam liar untuk memutus rantai perburuan dan perdagangan ilegal antarnegara. Langkah penegakan hukum juga diperketat melalui kolaborasi dengan penyedia platform digital guna menutup celah perdagangan satwa liar secara daring.

"Kami telah menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia untuk mencegah perdagangan ilegal flora dan fauna dilindungi melalui sistem elektronik," ujar Raja Juli Antoni.

Royal Foundation adalah organisasi filantropi asal Inggris yang diprakarsai oleh Pangeran William dan Catherine (Kate Middleton). Yayasan ini berfokus mendukung berbagai inisiatif dunia yang mencakup pelestarian lingkungan, penanganan perubahan iklim, kesehatan mental, serta pemberdayaan masyarakat lewat kerja sama strategis yang memberikan dampak luas.

Editorial Team