Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Regenerasi TNI AL, KRI dr Soeharso-990 Gelar Sertijab Komandan
Upacara sertijab dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Kapal Bantu (Dansatban) Koarmada II Kolonel Laut (P) M Sati Lubis di Geladak Heli KRI dr. Soeharso-990, yang sandar di Dermaga Madura Tengah Koarmada II Ujung Surabaya, Senin (6/4/2026). (dok. Mabes TNI)
  • Upacara sertijab KRI dr. Soeharso-990 di Surabaya menandai langkah pembinaan organisasi TNI AL untuk memperkuat manajemen dan kesiapan operasional menghadapi tantangan maritim yang makin kompleks.
  • Jabatan Komandan KRI dr. Soeharso-990 resmi beralih dari Kolonel Laut (P) Imam Ibnu Hajar kepada Letkol Laut (P) Ivan Halim sebagai bagian regenerasi kepemimpinan melalui Tour of Duty dan Tour of Area.
  • Dansatban Koarmada II menegaskan pentingnya kesiapsiagaan, profesionalisme, serta semangat juang tinggi bagi setiap Komandan KRI dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah perairan Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hari itu di kapal besar KRI dr. Soeharso-990 ada acara ganti komandan. Pak Kolonel Imam kasih tugasnya ke Pak Letkol Ivan. Acara dipimpin oleh Pak Kolonel Sati di Surabaya. Mereka semua dari TNI Angkatan Laut. Katanya, ganti komandan supaya kerja makin semangat dan kapal siap jaga laut Indonesia dengan baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Upacara serah terima jabatan di KRI dr. Soeharso-990 mencerminkan semangat pembinaan organisasi yang sehat dalam tubuh TNI AL. Melalui regenerasi kepemimpinan dan skema Tour of Duty, institusi ini menunjukkan komitmen untuk memperkuat manajemen serta menumbuhkan kreativitas perwira menghadapi tantangan kompleks, sekaligus menjaga kesiapan dan profesionalisme prajurit di laut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pergantian Komandan KRI dr. Soeharso-990 kembali menegaskan dinamika pembinaan organisasi di tubuh TNI Angkatan Laut. Serah terima jabatan (sertijab) ini bukan sekadar rotasi, tetapi juga bagian dari strategi memperkuat manajemen organisasi dan meningkatkan kesiapan operasional di tengah tantangan yang semakin kompleks.

Upacara sertijab tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Kapal Bantu (Dansatban) Koarmada II Kolonel Laut (P) M Sati Lubis di Geladak Heli KRI dr. Soeharso-990, yang sandar di Dermaga Madura Tengah Koarmada II Ujung Surabaya, Senin (6/4/2026).

1. Sertijab jadi bagian pembinaan organisasi

KRI dr. Soeharso-990, kapal rumah sakit milik TNI Angkatan Laut (AL). (Dok. TNI AL)

Dalam sambutannya, Dansatban Koarmada II menegaskan, serah terima jabatan merupakan bentuk kepercayaan dan penghormatan pimpinan TNI AL kepada perwira yang ditunjuk. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memantapkan manajemen organisasi yang dinamis.

Menurut Sati, pergantian kepemimpinan di lingkungan Koarmada II diharapkan mampu menghadirkan suasana baru sekaligus meningkatkan semangat dalam pelaksanaan.

2. Regenerasi kepemimpinan di KRI dr. Soeharso-990

Prajurit TNI AL melintas disamping bendera merah putih yang dikibarkan setengah tiang di dek KRI dr Soeharso-990 ketika sandar di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Dalam prosesi tersebut, jabatan Komandan KRI dr. Soeharso-990 resmi diserahterimakan dari Kolonel Laut (P) Imam Ibnu Hajar kepada Letkol Laut (P) Ivan Halim.

Pergantian ini juga menjadi bagian dari pola pembinaan personel melalui Tour of Duty dan Tour of Area. Skema tersebut dinilai penting untuk memperkaya pengalaman kepemimpinan prajurit melalui berbagai inovasi dan kreativitas dalam menjalankan tugas.

3. Tantangan tugas makin kompleks

KRI dr Soeharso yang digunakan untuk mengevakuasi 69 ABK ke Pulau Sebaru Kecil di Pelabuhan Indramayu. (istimewa)

Dansatban Koarmada II menekankan ke depan, tugas para Komandan KRI di jajaran Satuan Kapal Bantu akan semakin berat dan kompleks. Hal ini seiring dengan perkembangan lingkungan strategis yang sulit diprediksi.

"Tugas Komandan unsur KRI di jajaran Satban Koarmada II ke depan akan semakin berat dan kompleks, seiring perkembangan lingkungan strategis yang sulit diprediksi. Untuk itu, setiap Komandan KRI memiliki tanggung jawab dalam membina kesiapsiagaan serta kemampuan alutsista dan profesionalisme prajurit yang berjiwa juang tinggi, sehingga setiap saat mampu hadir di laut guna menegakkan, mempertahankan, dan mengamankan kedaulatan serta keutuhan wilayah perairan NKRI," tegasnya.

Melalui sertijab ini, TNI AL berharap lahir kepemimpinan yang adaptif dan responsif dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Editorial Team