Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Spesifikasi Canggih dan Fungsi Alutsista Baru TNI AL KRI Canopus-936

Spesifikasi Canggih dan Fungsi Alutsista Baru TNI AL KRI Canopus-936
Alutsista terbaru TNI Angkatan Laut hasil kolaborasi antara Indonesia dan Jerman yaitu KRI Canopus-936 menambatkan talinya di dermaga Lagos Nigeria pada hari Rabu (1/4/2026) (dok. Disnepanal)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • KRI Canopus-936 menjadi kapal survei terbesar TNI AL dengan panjang 105 meter, mampu berlayar hingga 10.000 mil laut dan bertahan 60 hari di laut lepas.
  • Dilengkapi teknologi AUV, ROV, dan UAV, kapal ini mampu memetakan dasar laut hingga kedalaman 11.000 meter untuk riset geologi, navigasi, serta operasi militer dan SAR.
  • Berada di bawah Pushidrosal, KRI Canopus-936 berperan strategis dalam survei hidrografi dan peningkatan maritime domain awareness melalui kerja sama industri pertahanan Indonesia-Jerman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menambah kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru, dengan kehadiran KRI Canopus-936. Kapal ini bukan sekadar armada baru, melainkan simbol lompatan teknologi Indonesia dalam memahami dan mengamankan wilayah lautnya.

Sebagai kapal bantu hidro-oseanografi (BHO), KRI Canopus-936 dirancang untuk misi non-tempur strategis, mulai dari pemetaan dasar laut hingga mendukung operasi militer dan keselamatan pelayaran.

Program pembangunan KRI Canopus-936 ini dilaksanakan selama tiga tahun. Dalam tradisi penamaannya, kapal Hidro-Oseanografi yang diawaki 93 prajurit Jalasena pilihan ini, menggunakan nama bintang sebagai simbol penunjuk arah bagi para pelaut, sekaligus harapan akan keselamatan dan kepastian navigasi di laut.

1. Kapal survei terbesar dengan daya jelajah tinggi

KRI Canopus-936
KRI Canopus-936 yang merupakan kapal survei hidro-oseanografi memperkuat armada TNI Angkatan Laut (AL). (Dok. TNI AL)

KRI Canopus-936 menjadi kapal survei terbesar yang dimiliki TNI AL saat ini. Kapal ini memiliki panjang sekitar 105 meter dan lebar 17,4 meter, dengan bobot mencapai lebih dari 3.400 ton.

Dari sisi operasional, kapal ini mampu berlayar hingga 10.000 mil laut tanpa henti, dengan kecepatan maksimum sekitar 16 knot dan daya tahan operasi hingga 60 hari di laut.

Kemampuan tersebut memungkinkan KRI Canopus-936 menjalankan misi jarak jauh, termasuk di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) hingga perairan internasional, tanpa ketergantungan logistik yang tinggi.

Struktur kapal juga dirancang untuk menghadapi kondisi ekstrem laut lepas, menggunakan material baja khusus yang tahan tekanan dan korosi tinggi.

2. Dilengkapi teknologi mutakhir, dari drone laut hingga sensor laut dalam

KRI Canopus-936
KRI Canopus-936 yang merupakan kapal survei hidro-oseanografi memperkuat armada TNI Angkatan Laut (AL). (Dok. TNI AL)

Kecanggihan utama KRI Canopus-936 terletak pada perangkat surveinya. Kapal ini dilengkapi teknologi kelas dunia seperti Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), hingga Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan pengumpulan data laut secara detail dan presisi tinggi, termasuk pemetaan dasar laut dalam dan deteksi objek bawah air.

Tak hanya itu, kapal ini juga dibekali sensor canggih yang mampu memetakan kedalaman laut hingga sekitar 11.000 meter—setara dengan palung terdalam di samudra.

Kemampuan ini menjadikan KRI Canopus-936 sebagai aset penting dalam riset geologi laut, navigasi, hingga mendukung operasi militer seperti peperangan ranjau dan pencarian serta penyelamatan (SAR).

3. Peran strategis, riset hingga pertahanan maritim

KRI Canopus-936
KRI Canopus-936 yang merupakan kapal survei hidro-oseanografi memperkuat armada TNI Angkatan Laut (AL). (Dokumentasi TNI AL)

Secara fungsi, KRI Canopus-936 berada di bawah Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal), dan memiliki spektrum tugas yang luas. Kapal ini digunakan untuk survei hidrografi, oseanografi, geofisika, hingga meteorologi laut.

Selain itu, kehadirannya juga mendukung peningkatan maritime domain awareness Indonesia—kemampuan negara dalam memahami kondisi lautnya secara menyeluruh.

Data yang dihasilkan kapal ini krusial untuk berbagai kepentingan, seperti keselamatan pelayaran, penentuan jalur kapal selam, pengelolaan sumber daya laut, hingga pertahanan negara.

Pengadaan KRI Canopus-936 sendiri merupakan bagian dari program modernisasi TNI AL, sekaligus hasil kerja sama industri pertahanan Indonesia dan Jerman yang juga mendorong transfer teknologi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More