Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rektor UI: Kasus Pelecehan FH UI Ditangani Fakultas, Tunggu Investigasi
Prof. Heri Hermansyah, rektor baru Universitas Indonesia periode 2024-2029. (www.instagram.com/@heri.hrmansyah)
  • Rektor UI Heri Hermansyah menyebut kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa FHUI sedang ditangani langsung oleh pihak fakultas.
  • Kasus ini mencuat setelah tangkapan layar percakapan grup pesan singkat berisi pelecehan verbal terhadap perempuan viral di media sosial X.
  • Heri menegaskan komitmen UI untuk menolak segala bentuk kekerasan seksual dan menunggu hasil investigasi resmi dari FHUI sebelum mengambil langkah lanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada cerita di kampus UI. Ada 16 anak kuliah dari Fakultas Hukum yang diduga berbuat tidak baik pada perempuan lewat pesan di grup. Pesan itu jadi ramai di internet. Rektor dan dekan sekarang lagi cari tahu apa yang benar terjadi. Mereka bilang kampus tidak mau ada kekerasan seperti itu dan masih tunggu hasil penyelidikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Rektor Universitas Indonesia menunjukkan adanya langkah tanggap dan terukur dalam menghadapi dugaan kasus pelecehan di lingkungan kampus. Dengan menyerahkan proses investigasi kepada fakultas terkait, universitas menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas. Sikap tegas untuk menolak segala bentuk kekerasan seksual juga mencerminkan upaya menjaga integritas serta keamanan komunitas akademik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah menyatakan penanganan kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum UI (FH UI) saat ini berada di tingkat fakultas.

“Sedang ditangani oleh Dekan FHUI,” ujar Heri kepada IDN Times, Selasa (14/4/2026).

Sebelumnya, beredar tangkapan layar percakapan grup pesan singkat yang diduga melibatkan sejumlah mahasiswanya. Percakapan tersebut viral setelah akun X (Twitter) @sampahfhui mengunggah konten yang memuat pelecehan verbal dan objektivitas terhadap perempuan.

Menanggapi kasus ini tersebut, Heri menegaskan komitmen kampus dalam menolak segala bentuk kekerasan seksual.

“Tentunya kita akan melawan setiap kekerasan seksual apapun bentuknya,” kata dia.

Namun demikian, dia menekankan bahwa proses penanganan masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan di tingkat fakultas.

“Kita tunggu hasil investigasi dari FHUI, ya” lanjutnya.

Editorial Team