Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah mantan Menteri Luar Negeri, mantan Wakil Menteri, pakar, dan anggota Komisi I DPR RI ke Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr).
Indikator Politik Indonesia juga memotret alasan utama kelompok responden yang tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Mereka menilai bantuan tidak tepat sasaran atau kurang merata, dengan persentase 16,2 persen.
“Bantuan itu seperti pisau bermata dua. Ada yang puas karena Presiden Prabowo dianggap sering memberikan bantuan, tapi di kalangan yang tidak puas justru bantuan dianggap tidak tepat sasaran,” kata Burhanuddin.
Responden juga menilai belum ada bukti nyata kinerja Presiden Prabowo (15,8 persen) dan program kerja belum berjalan maksimal (13,7 persen).
Selain itu, faktor ekonomi turut menjadi sorotan, dengan 9,2 persen responden menilai kondisi ekonomi belum stabil atau memburuk, serta 5,8 persen menyebut sulitnya lapangan pekerjaan.
Survei Indikator Politik Indonesia digelar pada 15-21 Januari 2026 dengan melibatkan 1.220 responden yang merupakan WNI minimal berumur 17 tahun. Proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara secara langsung dengan tingkat kepercayaannya sebesar 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen.