Jakarta, IDN Times - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI akan memanggil Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Al-Habsyi setelah menuding dugaan keterlibatan kiyai di Madura dalam pusaran narkoba.
Pernyataan tersebut sempat dilontarkan Aboe Bakar Al-Habsyi dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Suyudi Ario Seto dan Bareskrim Polri pada Selasa (7/4/2026).
MKD menyebut telah melakukan verifikasi terkait pernyataan Aboe Bakar Al-Habsyi. Karena itu, MKD memanggil politikus PKS itu untuk memberikan penjelasan utuh atas pernyataannya.
"Bersama ini kami sampaikan bahwa sehubungan dengan maraknya pemberitaan yang menjadi perhatian masyarakat terkait pernyataan saudara tentang keterlibatan ulama dan pesantren di Madura dalam pusaran narkoba," demikian bunyi undangan tersebut sebagaimana dikutip IDN Times, Senin (13/4/2026).
Dalam surat undangan tersebut, sidang pemeriksaan terhadap Aboe Bakar Al-Habsyi dijadwalkan akan digelar MKD pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Ketua MKD DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, mengatakan, Aboe Bakar Al-Habsyi terkonfirmasi akan memenuhi panggilan MKD. Dia dijadwalkan akan hadir sekitar pukul 12.00 WIB.
"Kayaknya sudah (terkonfirmasi akan hadir). Info yang saya dapat beliau besok hadir jam 12," kata Dek Gam kepada IDN Times melalui pesan singkat.
Wakil Ketua MKD DPR RI, Imron Amin, turut mengonfirmasi, Aboe Bakar Al-Habsyi akan memenuhi panggilan MKD terkait pernyataannya dalam rapat bersama Kepala BNN pekan lalu.
"Sudah konfirmasi awal jam 10.00 minta diundur jam 12.00 untuk selebihnya wawancara langsung aja ke pak ketua ya," kata dia.
Dalam rapat yang dihadiri, Aboe meminta kerja sama BNN, Polri dan daerah diperkuat dalam pemberantasan narkoba. Dia mencontohkan ada ulama dan pesantren di Madura diduga ikut terlibat bisnis haram tersebut.
“Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak, ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak. Ini ada apa?" ujar Habib Aboe dalam rapat tersebut.
“Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuannya banyak, bukan dikit,” ucap dia.
