Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, menilai gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto antikritik. Terlebih, Prabowo kerap merespons sejumlah isu dengan kalimat yang menimbulkan kontroversi.
"Ini bukan sekadar masalah komunikasi politik, tapi ini masalah mindset dan karakter kepemimpinan, ya. Jadi apa yang keluar dari pidato, bagaimana kemudian menyikapi sebuah masalah, ini sebenarnya cerminan dari karakter kepemimpinan seorang," ujar Yunarto saat dihubungi IDN Times, Minggu (17/5/2026).
Yunarto mencontohkan, ada kesamaan pola Presiden Prabowo saat merespons mengenai isu anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, Prabowo juga menyebut angka keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih 0, 0017 persen.
"Ini kan memang mengindikasikan apa ya kecenderungan agak antikritik, yang pertama, harus saya katakan kecenderungan kepemimpinan antikritik," ucap dia.
Selain itu, pria yang akrab disapa Toto itu menilai, Presiden Prabowo juga sering mendapat laporan yang baik saja, alias asal bapak senang (ABS).
"Yang kedua tidak cenderung terlihat sekali terbiasa dengan pemberitaan yang positif saja, atau saya curiga memang ada budaya asal bapak senang (ABS) di sekelilingnya. Sehingga ketika kemudian kritik itu muncul, yang yang dilakukan adalah upaya untuk menyangkal hal-hal tersebut, bukan kemudian menerima sebuah kenyataan dan mencari solusi," kata dia.
