Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sertijab Dirut BPJS Kesehatan, Pensiunan TNI Prihati Pujowaskito Ganti Ali Ghufron
Penyerahan Keppres serta Serah Terima Jabatan Dewan dan Direksi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan di kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta. (IDN Times/Lia Hutasoit)
  • Muhaimin Iskandar resmi memimpin serah terima jabatan direksi dan dewan pengawas BPJS Kesehatan serta Ketenagakerjaan, dengan masa jabatan baru periode 2026–2031.

  • Purnawirawan Mayjen TNI Prihati Pujowaskito ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan menggantikan Ali Ghufron Mukti melalui Keppres Nomor 17/P Tahun 2026.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (Menko PM), Muhaimin Iskandar, resmi melakukan serah terima jabatan (sertijab) susunan baru direksi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan serta dewan pengawasnya, pada Jumat (20/2/2026).

Nama Purnawirawan Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Prihati Pujowaskito, ditunjuk sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan yang sebelumnya dijabat Ali Ghufron Mukti.

Hal ini sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto soal susunan baru Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan untuk masa jabatan 2026-2031. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17/P Tahun 2026. Dalam keputusan tersebut, Purnawirawan Mayjen TNI, Prihati Pujowaskito, ditunjuk sebagai direktur utama.

1. Direksi diangkat untuk masa jabatan lima tahun.

Ilustrasi BPJS Kesehatan (IDN Times/Rahmat Arief)

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, anggota direksi diangkat untuk masa jabatan lima tahun.

Berdasarkan keputusan terbaru, jajaran direksi BPJS Kesehatan baru adalah Prihati Pujowaskito (Direktur Utama) dan jajaran direktur yaitu, Abdi Kurniawan Purba, Akmal Budi Yulianto, Bayu Teja Muliawan, Fatih Waluyo Wahid, Setiaji, Vetty Yulianty Permanasari, dan Sutopo Patria Jati.

Sertijab juga dilakukan terhadap jajaran direksi BPJS ketenagakerjaan dan dewan pengawasnya.

2. Layanan kesehatan adalah hak konstitusional masyarakat

Penyerahan Keppres serta Serah Terima Jabatan Dewan dan Direksi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan di kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dalam arahannya, Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar meminta agar BPJS bisa hadirkan rasa aman pada masyarakat.

"BPJS hadir agar masyarakat hidup tanpa rasa khawatir, jangan sampai sebaliknya masyarakat puas dengan pelayanan yang tidak berkualitas. Saatnya masyarakat terlindungi dari risiko, mereka mempunyai ruang yang luas untuk naik kelas, inilah bagian dari cita-cita kita semua," kata dia.

Dia mengatakan, layanan kesehatan adalah hak konstitusional masyarakat.

"Layanan kesehatan bagi setiap warga negara adalah hak konstitusional, tugas BPJS Kesehatan memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses atas hak konstitusional tersebut," kata dia.

3. Familiar di bidang kesehatan

Penyerahan Keppres serta Serah Terima Jabatan Dewan dan Direksi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan di kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta. (IDN Times/Lia Hutasoit)

Direktur BPJS Kesehatan yang baru, Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujiwaskito, lahir di Solo pada 29 Maret 1967 dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Madiun dan Sukoharjo.

Bukan baru di bidang kesehatan, Prihati melanjutkan studi kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret dan mengambil spesialisasi jantung dan pembuluh darah di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, serta menyelesaikan Magister Manajemen Rumah Sakit dan doktor hukum kesehatan.

Dalam karier militer dan medis, dia pernah bertugas sebagai dokter di Komando Pasukan Khusus dan di lingkungan Pusat Kesehatan Angkatan Darat kemudian menjadi dokter spesialis jantung di RS TNI AD Dustira Cimahi.

Pada periode 2018–2021, dia menjabat Kepala Departemen Jantung RSPAD Gatot Soebroto serta dosen Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani. Selanjutnya, dia menjabat Direktur Pengawasan Medik RSPAD. Tahun 2023-2025, dia dipercaya menjadi Dekan Fakultas Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia serta tercatat sebagai instruktur ACLS PERKI.

Turut hadir dalam agenda ini Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.

Editorial Team