Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seskab Teddy Mulai Ikuti Pendidikan Reguler Sesko TNI AD
Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya (setkab.go.id)

Intinya sih...

  • Seskoad membina prajurit perwira menengah dengan kurikulum ilmu strategi, kepemimpinan, manajemen pertahanan, dan kajian geopolitik.

  • Seskab Teddy mengikuti pendidikan Seskoad agar memenuhi kualifikasi kenaikan pangkat menjadi Letnan Kolonel sesuai proses pembinaan karier perwira TNI AD.

  • Pendidikan Seskoad dibuat daring baru terjadi era keikutsertaan Teddy, meskipun sebelumnya harus diikuti penuh selama enam bulan dengan tatap muka atau luring.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya mulai mengikuti pendidikan reguler Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) 67 tahun 2026. Informasi itu beredar di akun media sosial Kerja Seskab RI. Di akun tersebut, Teddy terlihat menempuh pendidikan reguler Seskoad bersama koleganya di Paspampres, Denny Sopian.

"Selamat dan sukses mengikuti Dikreg LXVII Seskoad, Pak," tulis akun media sosial tersebut, dikutip Jumat (6/2/2026).

Di akun tersebut terlihat Teddy baru memulai pendidikan reguler kemarin di Bandung, Jawa Barat. Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, ia membenarkan Teddy saat ini sedang mengikuti pendidikan reguler Seskoad ke-67. Namun, metode pembelajarannya tidak hanya tatap muka, tetapi memungkinkan diikuti secara daring.

"Kami sampaikan bahwa benar Letkol Inf Teddy Indra Wijaya saat ini sedang mengikuti Dikreg LXVII Seskoad. Pendidikan dilakukan dengan metode tatap muka dan daring, menyesuaikan pengembangan pendidikan, dinamika tugas dan kebutuhan organisasi," ujar Donny hari ini.

Teddy sendiri diketahui masih menjabat sebagai Sekretaris Kabinet ketika menjalani pendidikan reguler Seskoad. Sedangkan, pendidikan itu dijalani selama enam bulan dan berlokasi di Bandung.

1. Seskoad merupakan lembaga untuk membina prajurit perwira menengah

Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono berkunjung ke redaksi IDN Times, Jakarta, Senin (22/12/2025).(IDN Times/Fauzan)

Lebih lanjut, kata Donny, Seskoad merupakan lembaga yang bertujuan untuk membentuk perwira menengah pangkat mayor atau letnan kolonel, agar memiliki kemampuan, manajerial, dan wawasan strategis, untuk mendukung tugas staf maupun komando.

"Pendidikan Seskoad diikuti oleh perwira TNI AD, matra lain, Polri, serta perwira negara sahabat, dengan kurikulum yang mencakup ilmu strategi, kepemimpinan, manajemen pertahanan, serta kajian geopolitik," ujar jenderal bintang satu itu.

Donny menyebut keikutsertaan Teddy dalam pendidikan reguler Seskoad merupakan bagian dari proses pembinaan karier perwira TNI AD. Pembinaan karier di TNI AD dilaksanakan secara profesional, objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Teddy ikut pendidikan Seskoad agar memenuhi kualifikasi kenaikan pangkat

Analis militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting. (www.instagram.com/@sgintingofficial)

Sementara, menurut analis militer dan keamanan dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, sikap Teddy yang mengikuti pendidikan reguler Seskoad ke-67 lantaran ia belum pernah mengikuti pendidikan itu. Namun, tetap mendapat kenaikan pangkat menjadi Letnan Kolonel. Padahal, teman satu angkatannya di Akademi Militer 2011 masih berpangkat mayor.

"Biasanya prajurit TNI itu ikut Seskoad baru mendapat kenaikan pangkat menjadi Letnan Kolonel. Dalam kasus Teddy ya itu diberi kekhususan," ujar Selamat kepada IDN Times melalui telepon hari ini.

Selamat menilai bila persyaratan mengikuti pendidikan reguler Seskoad tidak juga dipenuhi Teddy, justru bisa menjadi batu sandungan untuk mendapat kenaikan pangkat selanjutnya, yakni kolonel. Hal itu tertulis dalam peraturan baru Panglima TNI.

"Aturan baru saat ini mengisyaratkan masa dinas perwira paling rendah untuk bisa menjadi kolonel, yakni 17 tahun. Itu berlaku bagi perwira lulusan Sesko angkatan atau pendidikan luar negeri yang setara dengan Sesko angkatan. Jadi, syarat untuk mendapat kenaikan pangkat kolonel harus 17 tahun menjalani masa dinas, dengan catatan sudah lulus Sesko angkatan," tutur dia.

Maka, Teddy baru bisa mendapat kenaikan pangkat selanjutnya pada 2028. Hal itu lantaran ia merupakan lulusan Akademi Militer 2011.

"Gak bisa dia (dapat kenaikan pangkat 2026) usai Seskoad. Karena dia kan baru menjalani masa dinas perwira selama 15 tahun. Bila Teddy tidak mengikuti Seskoad, maka masa dinas perwiranya harus minimal 24 tahun (untuk dapat kenaikan pangkat)," katanya.

3. Pendidikan Seskoad dibuat daring baru terjadi era keikutsertaan Teddy

Letkol Inf Teddy Indra Wijaya (ketiga dari kiri) ketika mengikuti pendidikan reguler ke-67 Seskoad di Bandung. (www.instagram.com/@kerjaseskabri)

Selamat juga menyoroti adanya kebijakan baru, di mana pendidikan Seskoad bisa diikuti secara daring. Sebab, pada umumnya, pendidikan Seskoad harus diikuti penuh selama enam bulan dengan tatap muka atau luring.

Meskipun, Selamat tak membantah metode pendidikan daring di Sesko TNI pernah terjadi ketika pandemik COVID-19 melanda Indonesia. Namun, kini Indonesia tidak lagi berstatus pandemik.

"Posisi Teddy yang masih menjabat Seskab ini unik. Sementara, bila mengikuti pendidikan Seskoad, dia baru bisa meninggalkan Bandung pada Jumat sore atau malam. Makanya di Seskoad tahun ini unik (karena diberikan fasilitas pendidikan secara daring)," katanya.

Editorial Team