Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Seskab Teddy Bertemu Wagub Emil Dardak di Jakarta, Bahas Apa?

Teddy Indra Wijaya, Emil Dardak
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya (kanan) ketika menerima kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak (kiri) di kantor Seskab. (www.instagram.com/@sekretariat.kabinet)
Intinya sih...
  • 2,7 juta penerima MBG di Jawa Timur
  • MBG akan tetap dibagikan di bulan Ramadan
  • Sudah ada 51 koperasi desa merah putih di Jawa Timur
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, di kantor Seskab, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/1/2026) malam. Kedua tokoh membahas sejumlah rencana pembangunan infrastruktur di Jatim, khususnya di kota Surabaya.

"Kedua tokoh juga membahas kemajuan program strategis Presiden Prabowo Subianto di Jawa Timur seperti Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, swasembada pangan, dan program makan bergizi gratis," ujar Teddy di akun media sosial Seskab, dikutip Kamis (29/1/2026).

Pria yang masih menjadi prajurit TNI aktif itu menyebut, Jatim memegang peran yang strategis untuk mempercepat perputaran rantai ekonomi karena memiliki penduduk 41 juta. Selain itu, infrastruktur di wilayah Jatim juga sudah modern.

"Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan program-program tersebut agar dapat memberikan dampak yang cepat dan merata bagi seluruh masyarakat Jawa Timur," tutur dia.

1. Sudah ada 2,7 juta penerima MBG di Jawa Timur

Jatim 05.jpeg
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawamsa menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 dari Presiden RI Prabowo Subianto. (dok. Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial Provinsi Jawa Timur)

Sementara, berdasarkan keterangan dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sudah ada 2,7 juta penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) di areanya. Sementara, target penerima MBG di Jatim mencapai 10 juta.

"Pelaksanaan program MBG di Jatim cukup bagus, total sudah ada 2,7 juta penerima manfaat dari 10 juta penerima yang ditargetkan," ujar Khofifah di Sidoarjo pada awal Januari 2026 lalu.

Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya demi memperluas jangkauan melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah di Jatim. Pembangunan dan pelaksanaan SPPG diklaim dilakukan dengan pengawasan yang ketat dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Khofifah pun turut meminta awak media untuk dapat terus berperan aktif dalam melaksanakan pengawasan terhadap jalannya program Asta Cita Prabowo tersebut.

"Saya harap awak media juga ikut mengawasi dan mengingatkan pelaksanaan program tersebut," katanya.

2. MBG akan tetap dibagikan di bulan Ramadan

IMG0260127-0015.jpg
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat di SMAN 15 Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan ke SMAN 15 Surabaya untuk meninjau pelaksanaan MBG. Ia memastikan MBG akan tetap dibagikan saat bulan Ramadan Februari mendatang.

Zulkifli mengatakan, MBG tidak berhenti hanya karena ada perubahan waktu makan. Sehingga, skema distribusi akan mengalami penyesuaian.

"MBG tidak dihentikan hanya karena perubahan waktu makan," ujar Zulkifli pada Selasa (27/1/2026).

Menurut dia, substansi utama MBG adalah pemenuhan gizi anak secara berkelanjutan. Negara tetap hadir menjamin asupan gizi meski waktu konsumsinya diubah. "Yang utama gizinya terpenuhi," kata politisi Partai PAN ini.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, MBG selama Ramadan tidak disajikan sebagai makan siap santap. Makanan akan dikemas agar bisa dibawa pulang oleh siswa.

"Distribusinya di-packing supaya bisa dibawa pulang," ujar Aries.

3. Sudah ada 51 koperasi desa merah putih di Jawa Timur

IMG_5770.jpeg
Transaksi pembelian pupuk dengan menggunakan Kartu Tani di Koperasi Merah Putih Desa Bentangan, Klaten. (IDN Times/Larasati Rey)

Sementara, di Jawa Timur sudah ada 51 koperasi desa Merah Putih yang didirikan. Omzetnya diklaim sudah mencapai jutaan rupiah di setiap lokasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa menyebut, koperasi-koperasi tersebut menjual berbagai kebutuhan pokok dan kearifan lokal di masing-masing daerah.

"Ada sembako, ada yang jual kerajinan khas lokal juga. Sejauh ini omzetnya minimal sudah Rp 1 Juta per koperasi. Bahkan ada yang sampai Rp 15 Juta," ujar Endy pada awal Januari 2026.

Endy menyebut, jumlah Kopdes Merah Putih di Jatim diprediksi akan terus bertambah. Pihaknya memastikan akan mengawal penuh Kopdes Merah Putih di Jatim.

"Targetnya memang pada akhir tahun 2025 lalu sudah beroperasi semua Kopdes Merah Putih di Jatim. Arahan ibu gubernur dan kami mengawal Kopdes Merah Putih, termasuk membantu mereka jika ada kesulitan-kesulitan administrasi," tutur dia.

"Kami juga bantu berkoordinasi dengan Himbara dan juga Bulog untuk memperkuat Kopdes Merah Putih di daerah," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Penyebab Macet Parah di Daan Mogot: Motor Lawan Arah Hindari Banjir

29 Jan 2026, 13:41 WIBNews