Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Siswa di Sekolah Jaktim Diduga Keracunan MBG, 72 Orang Dirawat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau penanganan korban dugaan keracunan MBG di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026). (Website/jakarta.go.id)
  • Sebanyak 72 siswa dari empat sekolah di Jakarta Timur dirawat di tiga rumah sakit akibat dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Para siswa mengalami gejala demam, mual, muntah, dan diare, namun kondisi mereka kini stabil dan sebagian sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan.
  • Pemprov DKI berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk menanggung seluruh biaya pengobatan serta menghentikan sementara dapur MBG Pondok Kelapa II guna evaluasi dan pelacakan penyebab kejadian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sejumlah siswa di Jakarta Timur (Jaktim) mengalami dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Peristiwa ini berkaitan dengan layanan dari SPPG Pondok Kelapa II yang berdampak pada siswa dari empat sekolah, yakni SMA Negeri 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09, Jakarta Timur.

Dikutip dari ANTARA, Sabtu (4/4/2026), terdapat 33 siswa menjadi korban di SDN Pondok Kelapa 09 yang tujuh di antaranya dirawat di RSUD Duren Sawit. Kemudian di SDN Pondok Kelapa 01 sebanyak 37 siswa, SDN Pondok Kelapa 07 sebanyak 31 siswa yang 8 di antaranya dirawat dan di SMAN 91 sebanyak 34 orang terdiri dari 28 siswa dan 6 guru serta tenaga kependidikan.

Kejadian keracunan tersebut terjadi pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB yang bertepatan dengan waktu pembagian makanan kepada siswa. Anak-anak di sekolah tersebut selama ini disebut cenderung tidak langsung memakan menu MBG berupa nasi. Namun pada saat kejadian, menu di sekolah tersebut adalah spageti yang membuat mereka tertarik mengonsumsinya di sekolah.

1. Sebanyak 72 siswa dirawat di tiga rumah sakit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau penanganan korban dugaan keracunan MBG di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026). (Website/jakarta.go.id)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung meninjau penanganan korban di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026), guna memastikan seluruh siswa mendapat penanganan cepat dan optimal.

Pramono mengatakan, hingga saat ini terdapat 72 siswa yang menjalani perawatan di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum.

“Kami bergerak cepat untuk memastikan kondisi para siswa yang terdampak segera tertangani dengan baik. Hingga saat ini, jumlah korban yang dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum, tercatat sebanyak 72 orang. Ada beberapa yang sempat datang, tetapi tidak perlu dirawat dan sudah diperbolehkan pulang,” ujarnya.

Dia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta terus memantau kondisi para siswa, baik yang dirawat inap maupun yang masih dalam observasi, agar seluruh proses penanganan berjalan maksimal.

2. Gejala yang dialami relatif ringan dan kondisi stabil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau penanganan korban dugaan keracunan MBG di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026). (Website/jakarta.go.id)

Pramono menjelaskan, para siswa mengalami gejala seperti demam, mual, muntah, dan diare. Meski demikian, kondisi mereka saat ini relatif stabil.

“Gejala yang dialami umumnya meliputi demam, mual, muntah, dan diare. Namun, saat ini kondisi para pasien relatif stabil. Kami berharap proses pemulihan dapat berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga anak-anak dapat kembali beraktivitas,” kata dia.

3. Biaya ditanggung BGN, dapur MBG dihentikan sementara

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau penanganan korban dugaan keracunan MBG di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026). (Website/jakarta.go.id)

Pemprov DKI Jakarta juga telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait langkah penanganan lanjutan. Seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban dipastikan ditanggung penuh oleh BGN.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik dan keluarga tidak dibebani persoalan biaya pengobatan,” tegasnya.

Selain itu, BGN bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur tengah melakukan pelacakan (tracing) untuk menelusuri penyebab kejadian. Operasional SPPG Pondok Kelapa II pun dihentikan sementara untuk kepentingan evaluasi, sembari menyiapkan alternatif penyedia layanan agar program MBG tetap berjalan di sekolah lain.

Pramono menegaskan, keselamatan dan kesehatan siswa menjadi prioritas utama Pemprov DKI Jakarta.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama. Pemprov DKI Jakarta akan terus mengawal penanganan ini secara serius, memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal, serta berkoordinasi erat dengan pihak terkait agar langkah penanganan dan evaluasi dapat dilakukan secara menyeluruh,” kata dia.

Dia juga menegaskan dukungan terhadap program MBG sebagai kebijakan pemerintah pusat, dengan catatan pengawasan akan diperkuat.

“MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat dan kami sepenuhnya mendukung pelaksanaannya. Kehadiran kami di sini untuk memastikan anak-anak mendapatkan penanganan terbaik. Kami juga akan melakukan evaluasi agar ke depan pelaksanaan program ini semakin baik dan aman bagi seluruh peserta,” ucap dia.

Editorial Team