Jakarta, IDN Times - Detasemen Khusus (Densus 88) Antiteror Polri menyebut siswa SMP Negeri Sungai Raya Kalimantan Barat yang melempar bom molotov terinspirasi aksi kekerasan di luar negeri.
Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana, mengatakan hal itu diketahui dari adanya tulisan nama-nama pelaku aksi kekerasan ekstrem pada tas milik pelaku.
"Nama-nama yang tertera adalah pelaku penembakan massal dan sering dijadikan referensi di komunitas ekstrem online," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).
