Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Suasana Tarawih Perdana di Masjid Agung Bogor, Kini Tiadakan Kultum
Suasana Tarawih perdana di Masjid Agung Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/2/2026). (IDN Times/Linna Susanti)

Intinya sih...

  • Ada pemandangan berbeda dalam rangkaian prosesi ibadah tahun ini. Pihak pengelola masjid agung Kota Bogor memutuskan untuk meniadakan sesi kuliah tujuh menit (kultum) yang biasanya disisipkan di sela atau setelah salat Tarawih.

  • Kebijakan meniadakan kultum saat tarawih bukan tanpa alasan. DKM ingin ibadah malam berjalan lebih efektif.

  • Sebagai gantinya, ceramah agama digeser ke waktu sore hari menjelang berbuka puasa agar jamaah bisa mengisi waktu ngabuburit dengan lebih bermanfaat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times - Ratusan jemaah memadati Masjid Agung Kota Bogor untuk melaksanakan salat Tarawih perdana pada Rabu malam (18/2/2026). Momentum ini menandai dimulainya rangkaian ibadah bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan penuh antusiasme.

Pantauan IDN Times di lokasi menunjukkan saf laki-laki terisi rapat hingga enam baris depan, sementara area jemaah perempuan tampak sangat padat hingga ke bagian belakang masjid.

Meski setiap masjid memiliki kebijakan berbeda, Masjid Agung Kota Bogor tetap mempertahankan tradisi salat tarawih sebanyak 23 rakaat, termasuk witir.

Hal ini dikonfirmasi langsung Ketua DKM Masjid Agung Kota Bogor, Ade Maskur.

1. DKM putuskan tiadakan kultum setelah salat

Suasana Tarawih perdana di Masjid Agung Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/2/2026). (IDN Times/Linna Susanti)

Ada pemandangan berbeda dalam rangkaian prosesi ibadah tahun ini. Pihak pengelola masjid memutuskan untuk meniadakan sesi kuliah tujuh menit (kultum) yang biasanya disisipkan di sela atau setelah salat tarawih.

"Tarawih tetap dilaksanakan sebanyak 23 rakaat, namun tahun ini kami memutuskan untuk menggelarnya tanpa kultum setelah salat," ujar Ade Maskur saat memberikan arahan di hadapan para jemaah.

2. Jadwal ceramah digeser menjadi agenda ngabuburit

Ilustrasi ceramah di walimatul safar (unsplash.com/Raka Dwi Wicaksana)

Ade menjelaskan, kebijakan meniadakan kultum saat tarawih bukan tanpa alasan. DKM ingin ibadah malam berjalan lebih efektif.

Sebagai gantinya, ceramah agama digeser ke waktu sore hari menjelang berbuka puasa, agar jemaah bisa mengisi waktu ngabuburit dengan lebih bermanfaat.

3. Siapkan agenda tadarus hingga iktikaf di akhir Ramadan

Narapidana Lapas Kelas IIA Padang mengikuti tadarusan (Foto: Lapas Kelas IIA Padang)

Selain tarawih, kata Ade, Masjid Agung Kota Bogor juga sudah menyusun jadwal syiar Islam lainnya, seperti tadarus Al-Qur’an kolektif setiap malam. Tak hanya itu, bagi warga yang ingin beriktikaf, masjid akan dibuka khusus pada 10 malam terakhir Ramadan.

"Kami berharap dengan berbagai agenda yang telah disiapkan, Masjid Agung Kota Bogor dapat terus menjadi pusat kegiatan ibadah dan syiar Islam yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat," pungkas Ade.

Editorial Team