Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Survei Indekstat Elektabilitas Capres 2029: Prabowo Dipepet Anies, KDM
Pidato Kenegaraan Presiden Ri, Prabowo Subianto. (Tangkapan Layar Youtube IDN Times)

Intinya sih...

  • Prabowo unggul dalam survei terbuka dan simulasi 16 nama capres: Raihan elektabilitas Prabowo mencapai 60,1 persen dalam survei terbuka dan 48,9 persen dalam simulasi 16 nama capres.

  • Hanya 67,3 persen yang yakin pada pilihannya: Sebagian besar responden masih bisa berubah pilihan karena alasan belum tahu program, visi, misi calon atau masih menilai kinerja calon.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Lembaga Indekstat merilis hasil survei terkait dinamika politik nasional pada awal 2026. Hasilnya, survei ini mencatat ada sejumlah tokoh potensial yang berhasil mendapat elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden (capres) 2029.

Head of Politic Indekstat, Saiful Muhjab mengatakan, Presiden RI, Prabowo Subianto mendapat elektabilitas tertinggi dalam survei terbuka (top of mind), di mana responden dibebaskan memilih siapa saja tokoh capres yang akan maju. Sementara di posisi kedua, ada nama mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM membuntuti elektabilitas Prabowo.

"Untuk Elektabilitas Capres top of mind atau terbuka. Jadi ketika kami bertanya siapa calon presiden yang mau dipilih hari ini kalau pilpres digelar hari ini. Sebanyak 60,1 persen memilih Prabowo Subianto. Nomor duanya, 10,6 persen Anies Baswedan, Dedi Mulyadi 5,3 persen," kata dia konferensi pers yang digelar secara daring, Kamis (12/2/2026).

1. Prabowo juga unggul dalam simulasi 16 nama capres

Anies Baswedan di Rutan Cipinang (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Saiful menyampaikan, Prabowo juga unggul dalam simulasi 16 nama capres dengan raihan 48,9 persen. Posisi selanjutnya dibuntuti Dedi Mulyadi 16,9 persen; Anies 10,1 persen; Purbaya Yudhi Sadewa 4,4 persen; Gibran Rakabuming Raka 3,7 persen; Ganjar Pranowo 3,4 persen; Basuki Tjahaja Purnama 2,3 persen; Agus Harimurti Yudhoyono 0,9 persen; dan Mahfud MD 0,7 persen.

"Undecided voters dalam uji tertutup simulasi 16 nama capres ini berkisar 7,4 persen," ujarnya.

2. Baru 67,3 persen yang yakin pada capres pilihannya

ilustrasi capres dan cawapres (IDN Times/Aditya Pratama)

Survei ini juga merekam kemungkinan responden mengganti capres yang dipilih. Hasilnya, pemilih yang yakin pada pilihannya masih di angka persentase 67,3 persen. Sisanya, 27,5 persen responden mengaku masih bisa berubah pilihan.

"Alasan masih bisa berubah ini, alasannya karena belum tahu program, visi, misi calon sebanyak 32,3 persen. Kedua, masih menilai kinerja, bimbang, ragu dengan pilihan yang ada 26,4 persen. Ketiga, menunggu penetapan calon 10,9 persen. Keempat, hari pemilihan masih lama, ingin melihat situasi politik 10,9 persen. Tidak tahu atau tidak jawab 13,4 persen," ucap Saiful.

3. Survei digelar 11 sampai 25 Januari 2026

Ilustrasi calon presiden (capres) saat berkampanye (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Adapun, survei ini digelar pada 11 sampai 25 Januari 2026. Populasi survei adalah WNI berdomisili di Indonesia dengan syarat usia minimal 17 tahun keatas serta memiliki hak pilih ketika Pemilu 2029. Metode penentuan sampel menggunakan metode multistage random sampling, margin of error (moe) sekitar 2,9 persen.

"Jumlah responden pada survei ini adalah 1.200 Responden ditentukan secara proporsional dan proporsi imbang antara responden laki-laki dan perempuan. Metode yang digunakan adalah metode tatap muka (face to face) dan dilakukan oleh enumerator yang terlatih," ucap Saiful.

Editorial Team