Jakarta, IDN Times – Tren “whipping” atau menghirup gas dari tabung whipped cream mencuat ke publik setelah dikaitkan dengan dugaan kematian seorang influencer Tanah Air. Praktik tersebut diduga melibatkan penyalahgunaan gas dinitrogen oksida (N2O) untuk kebutuhan pangan dan medis.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, menilai tren “whipping” berawal dari perilaku coba-coba yang berkembang menjadi kebiasaan. Menurutnya kelompok usia remaja paling rentan terhadap penyalahgunaan tersebut.
“Saya melihat motifnya mereka pada umumnya ingin coba-coba. Dan setelah dia rasakan, jadi kebiasaan. Kalau yang rentan, itu usia-usia remaja,” kata Taruna di Kantor BPOM, Jumat (30/1/2026).
