Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Target 32.640 Siswa Sekolah Rakyat, Mensos: Jangan Salah Sasaran!
Mensos Syaifullah Yusuf gelar konpers pengadaan sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Rabu (13/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan percepatan rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat harus tetap tepat sasaran dan mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.
  • Gus Ipul meminta evaluasi tata kelola pengadaan serta penyerapan anggaran agar tidak menumpuk di akhir tahun dan mendorong kerja sistemik, bukan personal.
  • Hingga kini telah dijangkau 12.676 calon siswa dari target 32.640, sementara 14.936 siswa masih aktif belajar di 166 Sekolah Rakyat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
20 Mei 2026

Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta percepatan penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat dengan tetap menjaga ketepatan sasaran. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi tata kelola pengadaan dan penyerapan anggaran agar tidak menumpuk di akhir tahun.

kini

Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan melaporkan penjangkauan calon siswa telah mencapai 12.676 anak dari target 32.640 siswa pada tahun ini. Proses penjaringan masih berlangsung menjelang tahun ajaran baru.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kementerian Sosial mempercepat penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat dengan target 32.640 siswa baru, sambil memastikan ketepatan sasaran dan pembenahan tata kelola pengadaan program.
  • Who?
    Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul bersama jajaran Kementerian Sosial serta Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Faisal yang melaporkan perkembangan penjangkauan siswa.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, dengan pelaksanaan program mencakup berbagai daerah tempat Sekolah Rakyat beroperasi.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Rabu, 20 Mei 2026, menjelang tahun ajaran baru ketika proses penjaringan calon siswa masih berlangsung.
  • Why?
    Langkah percepatan dilakukan untuk memenuhi target penerimaan siswa dan memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran bagi anak-anak yang paling membutuhkan.
  • How?
    Kemensos melakukan percepatan rekrutmen melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, evaluasi tata kelola pengadaan, serta perbaikan sistem kerja agar lebih tertib dan terencana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Menteri Sosial namanya Gus Ipul mau bantu banyak anak sekolah di Sekolah Rakyat. Ia bilang harus cepat cari anak-anak yang butuh tapi jangan salah pilih. Sekarang sudah ada lebih dari dua belas ribu anak yang terdaftar, tapi targetnya tiga puluh dua ribu enam ratus empat puluh anak. Pemerintah masih terus mencari supaya semua bisa sekolah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Upaya Kementerian Sosial dalam mempercepat penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat menunjukkan komitmen kuat terhadap pemerataan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Arahan Gus Ipul untuk menjaga ketepatan sasaran sekaligus membenahi tata kelola pengadaan mencerminkan semangat perbaikan sistemik, sehingga program ini tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas dan akuntabilitas pelaksanaannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, meminta jajarannya mempercepat penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat dengan tetap menjaga ketepatan sasaran.

Proses rekrutmen siswa selain mengejar jumlah juga harus benar-benar menjangkau anak-anak yang paling membutuhkan.

“Tolong dipercepat! Tapi, meskipun cepat tidak boleh tidak tepat sasaran! Jangan juga lupa siswa harus mencakup SD, SMP, SMA. Jika teman-teman mengalami kesulitan, bisa langsung turun bersama Pak Bupati,” kata Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2026).

1. Evaluasi tata pengelolaan pengadaan

Mensos Syaifullah Yusuf gelar konpers pengadaan sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Rabu (13/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dia juga meminta evaluasi tata kelola pengadaan dan penyerapan anggaran program Sekolah Rakyat. Gus Ipul menilai, pengadaan harus dibenahi sejak tahap perencanaan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kita dituntut melakukan penyerapan anggaran sesuai target, tetapi praktiknya sering kali pengadaan menumpuk di akhir tahun dan akhirnya kejar tayang,” ujar dia.

2. Kerja harus sistemik

Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Gus Ipul mengatakan, sejumlah catatan yang masih ditemukan dalam proses pengadaan, mulai dari perencanaan pagu yang minim pertimbangan, penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang terlambat, HPS yang tidak matang, hingga administrasi yang kurang tertib.

“Jangan terlalu nyaman dengan orang-orang tertentu. Kerja harus sistemik, bukan personal,” kata dia.

3. Penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat telah mencapai 12.676 anak

Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Sementara itu, Direktur Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Kemensos, Faisal, melaporkan, hingga saat ini proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat telah mencapai 12.676 anak.

Rinciannya, terdiri dari 4.328 calon siswa SD, 4.604 calon siswa SMP, dan 2.935 calon siswa SMA. Proses penjaringan masih terus berlangsung hingga jelang tahun ajaran baru.

Pemerintah menargetkan siswa baru yang akan diterima pada tahun ini sebanyak 32.640 siswa. Sementara jumlah existing siswa yang sudah belajar di 166 Sekolah Rakyat sebanyak 14.936 siswa.

Editorial Team