Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

WANSUS: Wamensos Buka-bukaan soal Polemik Sepatu Sekolah Rakyat

WANSUS: Wamensos Buka-bukaan soal Polemik Sepatu Sekolah Rakyat
Wamensos Agus Jabo menerima audiensi Pemkab Padang Lawas Utara di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (20/01/2026)/dok Kemensos.
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan pengadaan sepatu Sekolah Rakyat masih tahap pagu, belum lelang, dan sedang dievaluasi oleh tim khusus bersama Inspektorat Jenderal Kemensos.
  • Sepatu akan dibuat tanpa merek komersial dengan identitas Sekolah Rakyat, sementara proses lelang dijanjikan transparan melalui sistem elektronik untuk mencari harga termurah sesuai spesifikasi.
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf membebastugaskan dua pejabat Kemensos sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh dan pembenahan pengadaan agar lebih akuntabel pada pelaksanaan anggaran tahun 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat terus menjadi sorotan publik setelah muncul angka pagu harga yang ramai diperbincangkan di media sosial. Polemik ini muncul setelah sistem pengadaan pemerintah memuat sepasang sepatu dibanderol dengan harga Rp700 ribu. Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan proses pengadaan hingga kini belum memasuki tahap lelang dan masih berada pada tahap pagu atau perencanaan harga.

Agus mengatakan, Kementerian Sosial membentuk tim khusus bersama Inspektorat Jenderal untuk mengevaluasi seluruh proses pengadaan, mulai dari tata kelola, administrasi, spesifikasi barang, hingga mekanisme lelang agar berjalan transparan dan akuntabel. Tim tersebut dipimpin langsung oleh dirinya bersama Pelaksana Tugas Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono.

“Saya kan jadi ketua tim khusus sama Irjen kan ini belum selesai. Lagi kita rumuskan hasil klarifikasi kita kemarin itu, nanti mau kita publish,” kata Agus kepada IDN Times, Selasa (12/5/2026).

1. Tidak gunakan merek tertentu, nanti akan dibuatkan merek sekolah rakyat

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo Priyono di Kantor Kemensos
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Wamensos Agus Jabo Priyono di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (9/12/2025). (IDN Times/Lia Hutasoit)

Dalam wawancara itu, Agus juga menjelaskan soal spesifikasi sepatu Sekolah Rakyat yang disebut bersifat khusus atau custom dan tidak menggunakan merek komersial tertentu. Menurut dia, sepatu tersebut nantinya akan menggunakan identitas Sekolah Rakyat, bukan brand dari produsen tertentu.

Dia menjelaskan konsep pengadaan yang disusun Kemensos memang mengarah pada produk tanpa merek komersial.

"Makanya istilahnya custom itu, karena kan kemudian apa namanya, ya gak ada merek, mereknya sekolah rakyat itu. Makanya kemudian ada, ini hasil penelitian sementara. Jadi, apa namanya, mereknya sekolah rakyat gitu loh. Spesifikinya juga berbeda dengan yang ada di pasaran,” katanya.

2. Mencari harga paling murah

IMG-20260121-WA0066.jpg
Wamensos Agus Jabo menerima audiensi Pemkab Padang Lawas Utara di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (20/01/2026)/dok Kemensos.

Agus menjelaskan proses pengadaan nantinya tetap dilakukan secara terbuka melalui e-katalog dan tidak menunjuk vendor tertentu sejak awal. Menurut dia, prinsip utama pengadaan adalah mencari harga paling murah yang tetap memenuhi spesifikasi yang telah disusun pemerintah.

“Itu prinsipnya bukan masalah daerah mana, siapa yang paling murah dan kemudian harga murah itu sesuai dengan spesifikasi, konsepnya kan begitu,” ujarnya.

“Jadi tidak ada si A, si B, si C, nggak ada, pokoknya lelangnya itu. Itu loh, pagunya misalkan kemarin Rp700 (ribu) misalnya kan. Lalu kemudian ada yang berani Rp500 ribu. Ya kan, yang lain gak berani ya kira-kira yang paling murah tapi tidak boleh keluar dari spesifikasi. Karena itu udah melalui kajian,” kata Agus.

3. Angka yang ada masih berupa pagu belum lelang

Sekolah Rakyat SMA 38 Lombok Timur. (IDN Times/Ruhaili)
Sekolah Rakyat SMA 38 Lombok Timur. (IDN Times/Ruhaili)

Dia juga menjelaskan soal anggapan publik bahwa proyek tersebut sudah memasuki tahap tender atau telah menentukan vendor tertentu. Agus menekankan angka yang beredar saat ini masih sebatas pagu atau estimasi awal harga pengadaan.

“Dan belum itu, kalau yang ini belum proses lelang itu baru pagu. Belum lelang, belum lelang. Itu artinya masih bisa kita evaluasi,” kata dia.

“Makanya salah interpretasi semua orang-orang ini, ini belum lelang gitu loh, masih pagu. Masih perencanaan gitu loh,” kata dia.

4. Lakukan survei dan orientasi ke berbagai tempat

IMG_20260513_104129.jpg
Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Menurut Agus, pihak Kemensos sejak awal sudah meminta Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan pihak terkait lain untuk berhati-hati dalam menyusun kebutuhan pengadaan. Dia menyebut proses penyusunan spesifikasi dilakukan melalui survei dan orientasi ke berbagai tempat, termasuk sekolah boarding dan pasar.

“Ya sudah setelah kita buka itu kemudian mereka bekerja ini. KPA ya PPK ini bekerja nih kesana kemari orientasi gitu loh. Iya kan, ke pasar, ke sekolah-sekolah boarding, kemana-mana gitu loh,” katanya.

5. Klaim proses lelang dilakukan secara elektronik tanpa pertemuan langsung

IMG_20260513_101329.jpg
Salah satu jenis sepatu di Sekolah Rakyat Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Agus juga memastikan proses lelang nantinya dilakukan sepenuhnya secara elektronik untuk mencegah praktik monopoli dan pertemuan langsung antara vendor dengan pejabat pengadaan.

“Kita melarang PPK, POJAK ketemu dengan vendor. Kita melarang gitu loh. Semua harus dilakukan secara elektronik dan terbuka,” ujarnya.

“Harus dibuktikan proses-proses lelang, proses-proses kompetisinya kita harus ada buktinya gitu loh. Supaya tidak ada monopoli gitu loh,” kata Agus.

6. Data pengadaan tak ada lagi di sistem INAPROC

Mensos Syaifullah Yusuf gelar konpers pengadaan sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Rabu (13/5/2026).
Mensos Syaifullah Yusuf gelar konpers pengadaan sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Rabu (13/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Terkait data pengadaan yang sebelumnya muncul di sistem INAPROC lalu menghilang, Agus mengatakan data tersebut memang sedang dievaluasi ulang oleh tim khusus. Evaluasi juga dilakukan karena adanya kebijakan efisiensi dan rasionalisasi belanja pemerintah.

“Karena kemarin kan ada perintah efisiensi untuk belanja modal-belanja itu gitu loh. Makanya saya minta itu semua dirasionalisasi dulu lah,” katanya.

Dia memastikan hasil evaluasi nantinya akan diumumkan kembali ke publik setelah seluruh proses klarifikasi selesai dilakukan.

“Setelah kemudian clear baru nanti akan kita publis lagi. Enggak usah khawatir nanti kita munculkan lagi di SIRUP itu,” ujar Agus.

Menurut dia, proses pengadaan saat ini masih dinamis dan belum final sehingga perlu dimatangkan lebih dulu sebelum kembali dipublikasikan secara resmi.

“Iya, karena kan dinamis sekali ini gitu,” kata Agus.

7. Dua pejabat Kemensos dinonaktifkan buntut polemik sepatu sekolah rakyat

Mensos Syaifullah Yusuf gelar konpers pengadaan sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Rabu (13/5/2026).
Mensos Syaifullah Yusuf gelar konpers pengadaan sepatu Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos Rabu (13/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Terbaru, Menteri Sosial Saifullah Yusuf membebastugaskan sementara sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Sosial menyusul polemik pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat.

Langkah tersebut disebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan, sekaligus upaya pembenahan untuk pelaksanaan anggaran tahun 2026.

“Semua yang sudah kami lakukan menjadi satu bagian evaluasi untuk memperbaiki pengadaan pada tahun 2026,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul di Gedung Kemensos, Rabu (13/5/2026).

Selain melakukan evaluasi, Gus Ipul juga meminta Sekretaris Jenderal melakukan rasionalisasi anggaran pengadaan tahun depan, memperkuat kapasitas tim pengadaan, hingga mengawal langsung seluruh prosesnya.

Sementara itu, Inspektur Jenderal (Irjen) ditugaskan untuk melanjutkan pendalaman, evaluasi, dan investigasi agar proses pengadaan berjalan transparan dan akuntabel.

Dalam proses evaluasi tersebut, Gus Ipul memutuskan membebastugaskan sementara dua pejabat di lingkungan Kemensos.

"Saya membebastugaskan sementara dari jabatannya pada jabatan sebagai berikut. Kepala bagian layanan pengadaan barang dan jasa sebagai pejabat membuat komitmen pada Satuan Kerja Sekretariat Jenderal.Yang kedua, kepala subbagian perlengkapan dan barang milik negara," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Related Articles

See More