Jakarta, IDN Times - TNI Angkatan Laut (AL) telah menahan lima anggotanya yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Berkam Saweduling di Talaud, Manado, Sulawesi Utara. Mereka juga meminta maaf kepada masyarakat Melonguane atas tindak penganiayaan yang dilakukan oleh lima anggota TNI AL tersebut.
"Anggota TNI AL yang terlibat langsung telah diamankan oleh Detasemen Polisi Militer TNI AL untuk menjalani pemeriksaan intensif dan diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Komandan Komando Daerah Angkatan Laut VIII, Laksamana Madya TNI Dery Triesnanto Suhendi di dalam keterangan tertulis pada Rabu (28/1/2026).
Ia juga menjelaskan peristiwa penganiayaan terhadap Berkam terjadi pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 23.30 WITA di Pelabuhan Umum Melonguane. Tetapi, dalam pandangannya, aksi penganiayaan itu dipicu kesalahpahaman.
"Diduga dipicu pengaruh minuman keras sehingga menyebabkan korban mengalami luka-luka dan situasi tempat tidak kondusif," tutur dia.
"TNI AL tidak akan menolerir segala bentuk pelanggaran hukum yang telah dilakukan oleh prajurit," imbuhnya.
