Duduk Perkara Prajurit TNI AL yang Mabuk Aniaya Guru SMK di Talaud

- Keluarga korban juga sempat dipukuli oleh anggota TNI AL
- Pada Jumat dini hari, 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal tempat anggota TNI AL bertugas dan ikut jadi sasaran pemukulan.
- Korban Berkam Sawiduling diberi bantuan pengobatan oleh TNI AL
- Proses mediasi antara pihak Lanal dan keluarga korban sudah terselesaikan dengan baik. Korban dievakuasi ke Manado untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
- Lima anggota TNI AL sudah ditahan
- Ada lima anggota TNI AL yang sudah ditahan karena diduga melakukan penganiayaan terhadap guru SMK tersebut.
Jakarta, IDN Times - Sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan markas Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Mako Lanal) milik TNI AL Melonguane, Talaud, Sulawesi Utara digeruduk oleh warga pada Jumat (23/1/2026). Kemarahan warga itu dipicu aksi pengangiayaan yang dilakukan oleh beberapa prajurit TNI AL terhadap seorang warga, Berkam Sawiduling sehari sebelumnya.
Dari video yang berdurasi sekitar 30 detik itu, warga sampai mencopot bagian atap yang menjadi bagian dari mako lanal. Kemarahan warga tak bisa dibendung karena tidak terima Berkam dianiaya oleh prajurit TNI AL yang bertugas di sana. Adu jotos antara prajurit TNI AL dengan warga sipil pun tidak bisa terhindarkan.
Adanya penganiayaan oleh prajurit TNI AL di Kabupaten Talaud diakui oleh Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VIII, Laksamana Madya TNI Dery Triesnanto Suhendi. Berkam dianiaya pada Kamis (22/1/2026) ketika sedang memancing di area Pelabuhan Melonguane. Ketika itu, muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak dan diduga dalam kondisi mabuk.
Saat didekati, Berkam menyadari sejumlah orang itu merupakan anggota Lanal Melonguane. Lantaran merasa terganggu dengan sikap lima anggota TNI AL yang mabuk, Berkam merekam momen tersebut menggunakan telepon selulernya.
"Karena saya merekam, mereka langsung memukul saya. Saya dikeroyok sampai jatuh. Tapi, tetap dipukul dalam posisi terjatuh," ujar korban.
1. Keluarga korban juga sempat dipukuli oleh anggota TNI AL

Lebih lanjut, pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WITA, 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal tempat anggota TNI AL itu bertugas. Mereka ingin meminta pertanggung jawaban.
Namun, kedatangan puluhan keluarga korban itu berujung cekcok. Keluarga korban pun ikut jadi sasaran pemukulan oleh anggota TNI AL. Ada sekitar enam anggota keluarga korban yang jadi korban pemukulan. Aksi itu kemudian dilaporkan oleh pihak keluarga korban.
2. Korban Berkam Sawiduling diberi bantuan pengobatan oleh TNI AL

Sementara, Komandan Pangkalan TNIi AL Melonguane, Letnan Kolonel (P) Yogie Kuswara mengatakan pihaknya sudah melakukan mediasi dengan keluarga korban. Ia mengatakan proses mediasi sudah diselesaikan dengan baik.
"Sudah ada mediasi antara pihak Lanal dan keluarga korban. Semuanya sudah terselesaikan dengan baik," ujar Yogie.
Korban Berkam Sawiduling kemudian dievakuasi menggunakan kapal penumpang dari Talaud ke Manado. Ia kemudian dirawat di Rumah Sakit Prof. Dr. R. D Kandou untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
"Proses evakuasi dilakukan dengan cepat dan aman oleh tim Kodaeral VIII bekerja sama dengan pihak terkait. Apalagi kondisi korban membutuhkan penanganan medis yang lebih intensif," tutur dia.
3. Lima anggota TNI AL sudah ditahan

Sementara, Komandan Koarmada VIII, Laksamana Muda TNI Dery Triesananto Suhendi mengatakan ada lima anggota TNI AL yang sudah ditahan karena diduga melakukan penganiayaan terhadap guru SMK tersebut. Kelima anggota TNI AL yang terlibat penganiayaan yakni Trisma, Niko T, Idil, Mario, serta satu orang lainnya berinisial M.
Dery memastikan seluruh oknum yang terlibat akan diproses sesuai hukum yang berlaku. "Atas nama pemimpin TNI AL, kami tidak menolerir segala bentuk tindakan tidak terpuji dan melanggar hukum yang dilakukan oleh anggota TNI AL," ujar Dery dalam keterangannya yang dikutip pada Selasa (27/1/2026).

















