Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Indonesia usai melakukan lawatan ke sejumlah negara. Prabowo tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (27/2/2026) pagi.
Kedatangan Prabowo disambut hujan deras. Sejumlah Paspampres juga sudah menyiapkan payung untuk Prabowo.
Di ujung tangga Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia-1, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hadir menyambut kedatangan Prabowo. Selain itu, ada juga Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
Rangkaian kegiatan Presiden Prabowo dimulai pada Senin (16/2/2026). Dia terbang ke Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan Board of Peace (BoP) dan melakukan penandatangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Setelah itu, Prabowo berkunjung ke London, Inggris. Namun, tidak ada siaran pers yang dibagikan dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden (BPMI).
Setelah itu, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Yordania. Prabowo melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Yordania Hasyimiah, Abdullah II ibn Al Hussein. Pertemuan berlangsung hangat di Istana Basman, Amman, Rabu (25/2/2026).
Dalam kesempatan ini, Prabowo menegaskan posisi Indonesia terkait upaya perdamaian di Timur Tengah. Kepala Negara menyampaikan langkah konkret Indonesia, termasuk dukungan terhadap inisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Prabowo menjelaskan keterlibatan aktif Indonesia dalam mencari solusi jangka panjang bagi konflik Palestina. Salah satu langkah yang diambil adalah bergabung dalam Board of Peace (BoP).
Tak berhenti di Yordania, Prabowo terbang ke Uni Emirat Arab (UEA). Prabowo menemui Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, pada Kamis (26/2/2026).
Pertemuan di Abu Dhabi ini menghasilkan kesepakatan penting. Kedua kepala negara satu suara untuk memperkokoh hubungan bilateral.
Sektor ekonomi dan investasi menjadi sorotan utama. Presiden MBZ secara langsung menyatakan komitmen negaranya untuk menyuntikkan modal lebih besar ke Indonesia. Langkah ini dinilai akan memperkuat posisi ekonomi kedua negara di masa depan.
