Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tiga KRI TNI AL Dipastikan Sudah Kembali Usai Port Visit ke Filipina
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali dalam jumpa pers usai penyambutan kedatangan KRI Canopus-936 di Dermaga Kolinamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/5/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Tiga KRI TNI AL, yaitu Brawijaya, Prabu Siliwangi, dan RE Martadinata telah kembali ke Indonesia usai melakukan goodwill port visit di Cebu, Filipina bertepatan dengan KTT ASEAN 2026.
  • TNI mengerahkan lima jet tempur F16, pesawat Hercules, Airbus A400M, serta tiga kapal perang untuk mendukung pengamanan dan kesiapan operasi gabungan selama KTT ASEAN berlangsung.
  • Kemhan menegaskan operasi gabungan ini bukan respons terhadap ancaman tertentu, melainkan bentuk latihan kesiapsiagaan dan kontribusi Indonesia menjaga stabilitas kawasan ASEAN.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tiga kapal besar TNI AL yang namanya KRI Brawijaya, Prabu Siliwangi, dan RE Martadinata baru pulang dari Filipina. Mereka ke sana waktu ada pertemuan negara ASEAN di Cebu. Sekarang kapal-kapal itu sudah sampai lagi di Indonesia dan mau mampir ke beberapa kota. Semua prajuritnya sehat dan siap bertugas lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, memastikan tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) yang sempat mengunjungi pelabuhan (port visit) Cebu, Filipina, kini sudah kembali ke Tanah Air.

Adapun, ketiga KRI itu berbarengan dengan berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Cebu, Filipina, pada 7 sampai 8 Mei 2026.

"Tiga KRI dari Filipina melaksanakan port visit, goodwill port visit di Cebu, Filipina. Kebetulan dilaksanakan juga KTT ASEAN di sana. Sekarang tiga kapal tersebut, KRI Brawijaya, Prabu Siliwangi, dan RE Martadinata sudah perjalanan kembali ke tanah air," kata dia saat ditemui di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/5/2026).

1. Tiga KRI akan mampir ke beberapa daerah di Indonesia

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali dalam jumpa pers usai penyambutan kedatangan KRI Canopus-936 di Dermaga Kolinamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/5/2026). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Ali mengatakan, KRI Brawijaya, Prabu Siliwangi, dan RE Martadinata tersebut akan mampir ke berbagai daerah di Indonesia.

"Nanti juga akan mampir-mampir mungkin di beberapa kota di Indonesia juga kapal itu," ungkap dia.

2. Prabowo dikawal 5 jet tempur dan 3 kapal saat kunjungi KTT ASEAN

Mobil Maung dibawa pakai Airbus A400M TNI AU untuk kemudian dipakai Presiden Prabowo Subianto saat KTT ASEAN di Cebu, Filipina. (Dok. BP2MI)

Sebelumnya, TNI mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) di wilayah Sulawesi Utara bersamaan dengan perhelatan KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada pekan ini. Sejumlah alutsista yang dikerahkan antara lain lima pesawat jet tempur F16, Hercules hingga Airbus A400M.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengatakan pengerahan alutsista merupakan bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI untuk menghadapi berbagai situasi yang dapat terjadi di kawasan Asia Tenggara.

"Kegiatan ini melibatkan unsur darat, laut, dan udara untuk menguji interoperabilitas, mobilitas pasukan, kemampuan pengamanan VVIP, dan respons cepat terhadap kondisi darurat," ujar Rico dalam keterangan tertulis, Jumat, 8 Mei 2026.

Selain alutsista unsur udara, ada pula kapal perang yang dikerahkan. Mulai dari KRI Brawijaya 320, KRI Prabu Siliwangi 321, dan KRI RE Martadinata 331. Jenderal bintang satu itu mengatakan seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, profesional, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

"Kami juga melakukan penghormatan terhadap kedaulatan negara sahabat," tutur dia.

Sementara, Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, juga turut memantau langsung operasi gabungan dari berbagai matra di posko gabungan yang berada di Lanud Sam Ratulangi, Manado. Lanud itu sering dijadikan tempat transit jet tempur F-16.

Sjafrie didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Tonny Harjono dan Wakil Panglima TNI, Jenderal Budi Revita. Purnawirawan jenderal bintang empat itu terlihat mendapat penjelasan mengenai dislokasi kekuatan TNI di Manado dan Cebu, Filipina.

Rico mengatakan Indonesia memandang stabilitas dan keamanan kawasan sebagai tanggung jawab bersama negara-negara ASEAN. Maka kesiapsiagaan TNI dalam konteks tersebut merupakan bagian dari kontribusi Indonesia untuk mendukung terciptanya situasi kawasan yang aman, kondusif, dan mendukung suksesnya agenda-agenda strategis di ASEAN.

3. Operasi gabungan digelar bukan untuk merespons ancaman tertentu

Presiden Prabowo Subianto menghadiri sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Kendati, Rico membantah opersi gabungan digelar untuk merespons adanya potensi ancaman yang muncul saat KTT ASEAN.

"Operasi gabungan ini tidak dalam konteks adanya ancaman tertentu maupun situasi seperti yang terjadi di masa lalu," kata dia, kepada IDN Times.

Menurut Rico, fokusnya adalah kesiapan, profesionalisme, dan kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan ASEAN.

Editorial Team