Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Timur Tengah Memanas, Wamenhaj Imbau Masyarakat Tunda Rencana Umrah
Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Dahnil Anzar Simanjuntak (IDN Times/Krisna)
  • Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau masyarakat Indonesia menunda keberangkatan umrah karena situasi Timur Tengah memanas akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
  • Bagi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi, pemerintah meminta tetap tenang sambil memastikan koordinasi dengan otoritas setempat untuk keamanan dan akomodasi mereka.
  • Proses persiapan ibadah haji 2026 tetap berjalan, sementara pemerintah terus memantau kondisi regional demi keselamatan serta kenyamanan seluruh jemaah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta masyarakat Indonesia yang memiliki rencana berangkat umrah ke Arab Saudi dalam waktu dekat untuk menundanya. Sebab, Timur Tengah sedang memanas karena adanya perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Sebab, Iran membalas serangan dengan melancarkan sejumlah rudal ke maras besar Amerika Serikat di Qatar, Bahrain dan Kuwait.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan penudandaan tersebut merupakan bentuk kehati-hatian.

“Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya,” ujar Dahnil dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).

Bagi jemaah yang sedang berada di Arab Saudi, Dahnil mengimbau untuk tetap tenang. Kementerian Haji dan Umrah terus berkiprah dengan otoritas Arab Saudi.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak,” kata dia.

Sementara itu, terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji 2026, Dahnil menegaskan prosesnya terus berjalan.

“Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah,” imbuhnya.

Editorial Team