Jakarta, IDN Times - Berbeda dengan yang lain, TNI Angkatan Laut (AL) punya cara tersendiri untuk menggelar pesantren kilat di bulan Ramadan tahun ini, yakni di atas kapal perang. Total ada 400 peserta dari berbagai sekolah dan lembaga pendidikan di wilayah Jabodetabek yang mengikuti rangkaian pesantren kilat (sanlat) selama tiga hari, yakni 11 hingga 13 Maret 2026 di atas kapal perang KRI Semarang-594.
"Materi yang disampaikan dalam kegiatan pesantren kilat Ramadan meliputi salat sebagai kunci kesuksesan, tujuan hidup bagi seorang Muslim hingga wawasan kebangsaan," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul di dalam keterangan, Rabu (11/3/2026).
Pemberi materi sanlat mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama hingga perwira menengah di TNI AL. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan, para peserta selama tiga hari berlayar di Teluk Jakarta.
"Para peserta akan menjalani beberapa kegiatan di antaranya mendengar ceramah agama, ibadah salat tarawih, salat tahajud, belajar tentang sejarah agama dan kajian tentang keagamaan," ujar Ali.
Ia menambahkan, program tersebut akan terus dilakukan selama bulan Ramadan dan diberlakukan di seluruh wilayah markas TNI AL. "Untuk pelaksanaan seperti ini untuk di kota-kota lain memang belum kami laksanakan, tapi mungkin untuk lanal-lanal maupun kodamar-kodamar akan melaksanakan dengan scope yang lebih kecil dari ini ya, di daerah-daerah," tutur dia.
