KSAL Targetkan Kapal Induk Italia Garibaldi Diterima RI Sebelum HUT TNI

- Kapal induk Giuseppe Garibaldi dihibahkan Pemerintah Italia kepada TNI AL
- Anggaran sudah disiapkan untuk retrofit kapal agar sesuai dengan operasi TNI dan TNI AL
- Kapal induk ini akan digunakan untuk operasi militer selain perang, dan telah digunakan oleh AL Italia sejak 1985
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, mengatakan kapal induk buatan Italia Giuseppe Garibaldi ditargetkan tiba di Tanah Air sebelum HUT ke-81 5 TNI pada Oktober 2026. Kapal bekas Angkatan Laut Italia itu digadang-gadang menjadi kapal induk pertama milik TNI AL.
"Untuk (kapal) Garibaldi masih dalam proses, ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," ujar Ali ketika dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026).
Sebelumnya, Ali menyebut, Kementerian Pertahanan masih melakukan negosiasi dengan galangan kapal Italia, Fincantieri. Perusahaan itulah yang memproduksi kapal induk tersebut. Proses negosiasi itu, kata dia, turut melibatkan AL Italia yang sebelumnya menggunakan kapal Giuseppe Garibaldi. Tetapi, ia tidak menjelaskan secara detail proses negosiasi seperti apa yang tengah berlangsung di antara AL Italia dan TNI AL.
1. Kapal Giuseppe Garibaldi dihibahkan untuk TNI AL

Sementara, ketika dikonfirmasi kepada Kementerian Pertahanan, kapal induk bekas itu bukan dibeli pemerintah RI melainkan dihibahkan otoritas Italia.
"Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari Pemerintah Italia," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Sabtu.
Rico menjelaskan anggaran yang sudah terlanjur disiapkan pemerintah RI akan dialokasikan untuk kebutuhan retrofit dalam rangka penyesuaian, agar sesuai dengan operasi TNI dan TNI AL. Retrofit adalah proses memodernisasi atau meningkatkan kemampuan kapal militer yang sudah beroperasi tanpa harus membangun kapal baru.
Jenderal bintang satu itu menyebut Kemhan dan TNI AL juga sudah menyiapkan calon awak kapal untuk membawa dan mengawaki ITS Giuseppe Garibaldi. Termasuk pembinaan dan pelatihan yang diperlukan.
2. Kapal induk akan digunakan untuk operasi militer selain perang

Sebelumnya Ali mengungkapkan akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi bersifat pembelian oleh pemerintah RI. Namun, kemudian belakangan berubah menjadi hibah.
"Kami berusaha untuk mengakuisisi kapal induk yang dulu dimiliki Angkatan Laut Italia, yaitu (Giuseppe) Garibaldi. Dan, nanti harapannya bisa memperkuat jajaran kita," ujar Ali pada September 2025.
Keberadaan kapal induk, menurut Ali, dibutuhkan untuk mendukung operasi militer selain perang (OMSP). Namun, ia tidak membantah kapal induk itu juga tetap dapat digunakan untuk operasi militer untuk perang (OMP).
”Lebih kita gunakan untuk OMSP, tapi bisa juga digunakan untuk operasi militer untuk perang," tutur Ali.
3. Kapal Induk Giuseppe Garibaldi sudah pernah digunakan AL Italia sejak 1985

Sebagaimana diketahui, TNI AL mendapat hibah kapal induk bekas Italia, Giuseppe Garibaldi. Merupakan kapal induk ringan pertama yang dibangun Italia dan mulai bertugas pada 1985. Kapal ini memiliki panjang 180 meter dengan bobot penuh mencapai 13.850 ton.
Dalam sejarah operasionalnya, Garibaldi mampu membawa pesawat tempur jenis Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL) AV-8B Harrier II dan berbagai jenis helikopter.
Masuknya Giuseppe Garibaldi akan menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari sedikit negara di Asia yang mengoperasikan kapal induk atau kapal pengangkut helikopter berukuran besar, setara dengan Hyuga-class milik Jepang atau Dokdo-class milik Korea Selatan.
Niat Indonesia mengakuisisi kapal induk pernah disampaikan Direktur Penjualan Bisnis Angkatan Laut Fincantieri, Mauro Manzini. Dikutip dari situs Naval News, kapal induk Giuseppe Garibaldi dirancang mampu mengoperasikan pesawat tanpa awak, helikopter, pesawat sayap tetap, dan aset amfibi. Kapal induk ini juga pernah menjalankan misi kemanusiaan, yakni mengirimkan bantuan medis pasca-gempa di Haiti pada 2010.
"Giuseppe Garibaldi dalam kondisi baik dan punya sisa masa operasional sekitar 15-20 tahun. Kapal ini bisa pindah kepemilikan setelah proses perbaikan yang disesuaikan dengan kebutuhan Angkatan Laut Indonesia," ujar Manzini.


















