Ilustrasi Kota Makkah pada era kenabian (Nano Banana/Rochmanudin)
Terpesona oleh kekuatan 'mistis' tersebut, Amr bin Luhay meminta satu berhala untuk dibawa ke Jazirah Arab. Kaum Amaliq memberinya sebuah patung besar bernama Hubal.
Sesampainya di Makkah, Amr memancangkan Hubal di dekat Ka'bah dan memerintahkan seluruh penduduk untuk menyembahnya. Sejak saat itulah, gerbang syirik terbuka lebar, menggantikan agama Ibrahim yang lurus dengan penyembahan batu.
Kesesatan ini menyebar laksana api di padang rumput. Kabilah-kabilah lain mulai menciptakan tuhan-tuhan mereka sendiri. Kabilah Kalb mengambil Wadd di Dumatul Jandal, Hudzail memuja Suwa', sementara kabilah-kabilah di Yaman menyembah Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr.
Makkah yang suci pun dipenuhi dengan ratusan berhala, termasuk Isaf dan Nailah yang diletakkan di dekat sumur Zamzam.