Jakarta, IDN Times – UN Women Indonesia melalui Head of Programmes Dwi Yuliawati menyoroti masih belum siapnya tata kelola kecerdasan buatan atau artificial intelligence atau akal imitasi (AI) di Indonesia yang berdampak pada meningkatnya kerentanan perempuan terhadap kekerasan berbasis gender online, termasuk deepfake.
"Tata kelola AI di Indonesia masih belum sempurna. Hal ini meningkatkan kerentanan pada perempuan, salah satunya adalah dengan adanya deepfake," kata Dwi dalam acara Peringatan Hari Perempuan Internasional di UN Global Pulse, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).
Menurut Dwi, perkembangan teknologi AI telah melahirkan tantangan baru dalam pemenuhan keadilan bagi perempuan, sementara instrumen hukum dan kebijakan yang ada belum mampu mengimbanginya.
