Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Urai Kebakaran Gudang Plastik di Kapuk, Damkar Kerahkan Ekskavator
ilustrasi kebakaran (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Sudin Gulkarmat Jakarta Barat menurunkan ekskavator untuk membantu proses pendinginan kebakaran gudang plastik di Kapuk, Cengkareng, karena material plastik sulit dijangkau air pemadam.
  • Kepala Seksi Operasi Syaiful Kahfi menjelaskan alat berat digunakan untuk membongkar reruntuhan agar penyemprotan air bisa mencapai dasar tumpukan plastik yang masih menyimpan bara api.
  • Sebanyak 16 unit mobil damkar dan satu bronto skylift disiagakan di lokasi sejak Senin sore, sementara api sempat padam namun kembali muncul dari sisa material terbakar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada gudang plastik di Kapuk yang kebakaran besar. Banyak mobil pemadam datang bawa air dan semprot api, tapi apinya susah padam karena barangnya plastik dan numpuk. Orang damkar pakai alat besar namanya beko buat bongkar reruntuhan. Sekarang mereka masih kerja biar api benar-benar mati dan tidak nyala lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Upaya Sudin Gulkarmat Jakarta Barat menunjukkan komitmen tinggi dalam menangani kebakaran gudang plastik di Kapuk. Dengan menurunkan ekskavator dan mengerahkan 16 unit mobil pemadam serta bronto skylift, petugas bekerja sistematis dan adaptif menghadapi tantangan material plastik yang sulit dipadamkan, menandakan koordinasi lapangan yang sigap dan profesional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Barat menurunkan alat berat ekskavator untuk memaksimalkan proses pendinginan kebakaran yang melanda gudang plastik di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar).

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat Syaiful Kahfi mengatakan material plastik yang ikut terbakar dan tertimpa reruntuhan gedung mempersulit proses pendinginan tersebut.

"Tumpukan barangnya banyak, jadi kita masih proses ini. Karena kan apinya ini, barangnya plastik, kalau kita semprotin juga enggak nembus sampai ke bawah gitu," kata Syaiful saat dikonfirmasi di Jakarta, melansir ANTARA, Selasa (19/5/2026).

Oleh karena itu, kata dia, alat berat perlu diturunkan untuk membongkar reruntuhan yang menindih material plastik, sehingga penyemprotan benar-benar menyentuh dasar.

Pihaknya pun tengah berkoordinasi dengan pemilik gedung agar segera mendatangkan alat berat tersebut ke lokasi kebakaran.

"Kita lagi koordinasi sama pemilik gedung biar disiapin beko (ekskavator), jadi nanti diurai, baru disemprotin, gitu. Pakai beko dulu diurai, baru kita semprotin. Kalau enggak begitu, nanti berlarut terus, besok panggil kita, panggil kita, gitu," ujar Syaiful.

Kondisi bangunan yang terbakar sejak Senin (18/5/2026) pukul 14.30 WIB itu menunjukkan masih ada bara api pada bagian dalam tumpukan material plastik, meskipun titik api sudah dilokalisasi.

Selain itu, halaman depan gudang juga digenangi oleh air pemadaman dan dipenuhi puing-puing bangunan yang roboh. Sementara, atap beserta tembok pada bagian sisi bangunan gudang itu terlihat ambruk.

Setidaknya, 16 unit mobil pemadam kebakaran masih disiagakan di lokasi kebakaran. Sebuah armada bronto skylift dikerahkan di lokasi untuk menyemprot air dari sisi atas ke titik-titik reruntuhan dan sisa material plastik.

Beberapa kali, api dapat dipadamkan dan asap perlahan menghilang, namun selalu kembali menyala dan menimbulkan kepulan asap hitam.

Editorial Team