Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Masjid Kubah Baret Merah
Masjid Kubah Baret Merah di Bandung Barat yang diresmikan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Dokumentasi Puspen TNI)

Intinya sih...

  • Lokasi masjid tak jauh dari kampung halaman Agus

  • Jenderal Agus juga pernah resmikan masjid dengan kubah baret hijau

  • Warganet mempertanyakan mengapa rumah ibadah diberi nuansa militer

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Satu bangunan dengan atap berwarna merah terlihat mencolok dari kejauhan di Desa Pada Asih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Rupanya itu merupakan sebuah masjid yang diberi nama Masjid Jami' An-Nur atau kerap disebut Masjid Kubah Baret Merah.

Disebut kubah baret merah lantaran di bagian atapnya dibangun menyerupai baret merah ala prajurit Kopassus TNI Angkatan Darat (AD). Berdasarkan keterangan dari Mabes TNI, masjid itu diresmikan langsung oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto pada Senin (19/1/2026).

"Masjid Jami' An-Nur memiliki desain arsitektur yang unik dan sarat makna. Kubah masjid dirancang menyerupai Baret Merah Kopassus dengan empat bintang," ujar Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah ketika dikonfirmasi pada Sabtu (24/1/2026).

Empat bintang yang ada di dalam baret itu, kata Aulia, melambangkan keberanian, dedikasi, dan loyalitas prajurit TNI dalam pengabdian kepada bangsa serta negara. Selain itu, bintang di baret merepresentasikan nilai-nilai ajaran Islam sebagai pondasi pembentukan karakter umat yang beriman dan bertakwa.

Usai diresmikan oleh jenderal bintang empat, masjid dengan kubah unik itu ramai didatangi oleh warga. Agus sendiri sudah menyempatkan diri salat zuhur di masjid kubah baret merah itu.

"Masjid itu selain merupakan sarana ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar juga menjadi simbol kedekatan, kepedulian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat," tutur dia.

1. Lokasi masjid tak jauh dari kampung halaman Agus

Masjid Kubah Baret Merah di Bandung Barat yang diresmikan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Dokumentasi Puspen TNI)

Lebih lanjut, Aulia mengatakan TNI berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan kehidupan keagamaan serta pembinaan moral sebagai bagian dari upaya memperkuat perstuan, kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Lokasi masjid yang berada di Kampung Pamoyanan, Kecamatan Cisarua tidak jauh dari area kampung halaman tempat Agus dibesarkan.

2. Jenderal Agus juga pernah resmikan masjid dengan kubah baret hijau

Masjid baret hijau bintang empat atau Jami Ar-Rohman di area Pangandaran, Jawa Barat. (Dokumentasi Puspen TNI)

Selain Masjid Kubah Baret Merah, pada 1 Maret 2025 lalu, Agus juga pernah meresmikan Masjid Kubah Baret Hijau berbintang empat di Pangandaran, Jawa Barat. Sama seperti masjid kubah baret merah, masjid tersebut juga memiliki bagian atap yang unik yakni kubah baret hijau dengan logo Kostrad. Lalu, di samping bangunan masjid, terdapat bangunan lain menyerupai peluru tajam. 

Di dalam keterangannya, Agus mengatakan baret hijau dengan bintang empat itu melambangkan pengabdian dan pokok di dalam ajaran Islam yaitu salat, zakat, puasa, dan ibadah haji. "Sedangkan, menara menyerupai tongkat komando dengan lafaz Allah menegaskan pengakuan dan ketaatan kepada sang pencipta Allah SWT," ujar Agus kepada IDN Times pada 2025 lalu.

Selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid tersebut juga menjadi pusat pendidikan dan dakwah dengan program Majelis Ta'lim, Sekolah Diniyah, Hafiz Qur'an serta rencana pengembangan boarding school atau asrama. Pembangunan asrama direncanakan untuk membina akhlak dan keislaman. 

3. Warganet mempertanyakan mengapa rumah ibadah diberi nuansa militer

Masjid baret hijau bintang empat atau Jami Ar-Rohman di area Pangandaran, Jawa Barat. (Dokumentasi Puspen TNI)

Desain masjid dengan atap kubah yang unik itu menjadi perbincangan luas warganet. Mereka mayoritas bingung mengapa desain masjid sebagai tempat ibadah diberi nuansa militer. Sebagian berpendapat pihak yang mendesain masjid di Cisarua tidak memahami konsep rumah ibadah.

"Bagaimana konsepnya itu? Kok masjid didesain seperti topi TNI tapi gak kayak di Arab sana di mana masjid itu semua berkubah bulat. Ini yang desain pasti orang yang gak tahu konsep desainnya," ujar warganet seperti dikutip hari ini.

"Definisi agama sebagai simbol bukan dipakai untuk amalan hidup," kata warganet lainnya.

Ada pula warganet yang mempertanyakan apakah konsep kubah masjid seperti itu bisa dikatakan tindak penistaan agama.

"Ini termasuk penistaan agama gak ya (bertanya dengan nada heran)?" demikian tulis warganet.

"Harus banget ya validasi untuk rumah ibadah?" tanya warganet lainnya.

Editorial Team