Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pedagang  es gabus dituduh pakai menggunakan spons busa.
Pedagang es gabus dituduh menggunakan spons busa. (Instagram.com/balewartawanjakpus10)

Intinya sih...

  • Tim piket Reskrim Polsek Kemayoran pastikan keamanan es kue

  • Es gabus dipastikan aman dan layak dikonsumsi setelah pemeriksaan oleh Tim Keamanan Pangan

  • Polisi juga memastikan pabrik pembuatan es kue aman setelah penelusuran ke tempat pembuatan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah video yang memperlihatkan aparat kepolisian dan TNI menginterogasi penjual es kue jadul, dan menuding penjual menggunakan bahan spon bedak.

Penjual tersebut hanya bisa diam saat anggota polisi tersebut membakar es kue dengan korek api gas. Kemudian, anggota TNI memeras kue berbahan spon tersebut.

"Orang tua waspada ya,” pesan petugas kepolisian tersebut.

1. Tim piket Reskrim Polsek Kemayoran ke lokasi untuk pastikan

Pedagang es gabus dituduh pakai menggunakan spons busa. (Dok. Polres Jakpus)

Usai viral, Polres Metro Jakarta Pusat menindaklanjuti laporan viral terkait dugaan penjualan makanan berbahaya, berupa es kue atau es gabus yang disebut-sebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam), atau biasa dikenal sebagai material busa kasur maupun spon cuci.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan laporan tersebut masuk melalui Call Center 110 pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Tim piket Reskrim Polsek Kemayoran yang menerima informasi langsung menuju lokasi di wilayah Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.

“Begitu informasi diterima, kami langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lokasi. Barang dagangan milik pedagang kami amankan untuk diuji lebih lanjut, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas,” jelas Roby.

2. Es gabus dipastikan aman

Pedagang es gabus dituduh pakai menggunakan spons busa. (Dok. Polres Jakpus)

Dari pemeriksaan langsung oleh Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan coklat meses, dipastikan aman dan layak dikonsumsi.

“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh, dan hasilnya jelas: produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya," ucapnya.

3. Polisi juga pastikan pabrik pembuatan es kue aman

Pedagang es gabus dituduh pakai menggunakan spons busa. (Instagram.com/balewartawanjakpus10)

Namun, untuk menjamin ketenangan publik serta memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, pihaknya juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri, untuk hasil resmi masih menunggu proses uji.

Tidak hanya berhenti pada pemeriksaan di lokasi, tim penyidik dari Kriminal Khusus juga melakukan penelusuran ke tempat pembuatan es yang berlokasi di Depok, Jawa Barat.

"Hasilnya tetap konsisten: tidak ada penggunaan bahan berbahaya maupun material spon PU Foam, sebagaimana isu yang beredar luas di media sosial," katanya.

Setelah seluruh pemeriksaan dinyatakan aman, pedagang bernama Suderajat dipulangkan kembali ke rumahnya di Depok. Kepolisian juga memberikan penggantian uang atas barang dagangan yang sempat diamankan untuk pemeriksaan.

“Kami memahami bahwa pedagang kecil sangat bergantung pada hasil jualan hariannya. Karena itu, sebagai wujud empati, kami mengganti kerugian atas barang dagangan yang harus diuji. Kami ingin memastikan masyarakat terlindungi, tetapi juga tidak ada pihak yang dirugikan,” ujar Roby.

Editorial Team