Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi II DPR RI Fraksi NasDem, Ujang Bey, turut menyoroti wacana pemerintah terkait kebijakan fleksibilitas kerja berupa work from home (WFH) untuk menghemat energi, menyusul lonjakan minyak mentah dunia. Dia meminta pemerintah menyusun kebijakan tersebut secara terukur.
Ujang Bey meminta pemerintah menghitung berapa target jumlah aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai swasta yang akan menjalani WFH serta durasi pelaksanaan kebijakannya.
Ujang juga menyoroti perlunya kejelasan terkait instansi dan kementerian mana saja yang akan menerapkan kebijakan tersebut di kalangan ASN. Di sektor swasta, dia meminta pemerintah menjelaskan jenis perusahaan atau sektor industri apa saja yang akan dilibatkan.
Menurut dia, dari parameter-parameter ini, pemerintah dapat menghitung secara lebih akurat potensi penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan dari kebijakan WFH.
“Ini harus didesain secara matang dan terukur. Target berapa jumlah ASN maupun swasta yang akan terkena WFH dan dalam rentang waktu berapa lama? Instansi dan kementerian mana saja yang terdampak (ASN) dan perusahaan swasta apa aja?" kata Ujang Bey kepada IDN Times, dihubungi Minggu (22/3/2026).
"Dari jawaban pertanyaan tersebut di situ pemerintah akan menemukan berapa angka BBM yang bisa di hemat," kata dia.
