Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (WamenHAM) Mugiyanto menyebut kasus kematian siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni YBR (10) sebagai wake up call bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih serius hadir dalam kehidupan warga, terutama keluarga miskin ekstrem.
Menurut Mugiyanto, peristiwa tersebut menunjukkan masih lemahnya kehadiran negara hingga ke tingkat keluarga. Ia menekankan pentingnya solidaritas sosial, gotong royong, serta peran aktif pemerintah di semua level.
“Ini ‘wake up call’ bagi pemerintah dan negara untuk lebih hadir di rumah-rumah setiap warga negara,” kata Mugiyanto, dikutip Sabtu (7/2/2026).
