Tragis Anak NTT Tak Dapat Bansos, Mensos Akui Belum Tepat Sasaran

- Mensos akan evaluasi bansos yang belum tepat sasaran
- Kemensos lakukan pemutakhiran data untuk memastikan bansos tepat sasaran
- Banyak bansos yang tidak tepat sasaran, Presiden minta perbaiki data
Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial Syaifullah Yusuf mengakui masih banyak keluarga yang membutuhkan bantuan dan perlindungan sosial, namun tidak terdata di Kementerian Sosial. Termasuk orangtua YB, anak 10 tahun di Kabupaten Nduga, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakhiri hidup karena tidak bisa membeli buku dan pena.
"Ini pembelajaran buat kita semua. Bahwa masih ada keluarga-keluarga yang memerlukan perlindungan sosial tapi belum terdata. Atau kalau sudah terdata tapi belum mendapatkan bantuan-bantuan pemerintah. Orang tuanya Yohanes dalam catatan kami belum pernah menerima bansos," ucap Gus Ipul di Gedung Kemensos, Kamis (5/1/2026).
1. Mensos akan evaluasi

Meski orangtuanya tidak mendapat bansos, namun neneknya sebelumnya sudah pernah mendapatkan bansos. Namun, terputus atau tidak mendapatkan lagi.
"Nah, ini sedang kita periksa semuanya, kita pelajari dengan baik, dan ini menjadi apa, bahan bagi kami untuk melakukan evaluasi," katanya.
2. Kemensos lakukan pemutakhiran data

Gus Ipul mengakui memang ada bansos yang belum tepat sasaran. Maka kemudian Presiden menerbitkan Inpres Nomor 4 Tahun 2025.
"Berdasarkan Inpres ini, sekarang kita semakin tahu tentang bagaimana krusialnya data ini. Yang diberi wewenang untuk mengelola adalah BPS (Badan Pusat Statistik). Sementara kementerian, lembaga, pemerintah daerah diminta untuk membantu pemutakhiran," katanya.
3. Banyak bansos yang tidak tepat sasaran

Gus Ipul mengatakan Presiden Prabowo sudah meminta padanya, agar membenahi data supaya program bantuan sosial tepat sasaran sejak dilantik menjadi Menteri Sosial pada Oktober 2024.
"Setelah itu saya mulai bekerja dan saya temukan memang banyak ya bansos-bansos yang belum tepat sasaran. Salah satunya yang disajikan oleh Dewan Ekonomi Nasional, itu sering kan saya sampaikan tidak hari ini saja, ditengarai ada sekitar 45 persen, bansos yang disalurkan oleh Kementerian Sosial tidak tepat sasaran. Ini data 2025," ujarnya.

















