Jakarta, IDN Times - Pada pertengahan April 2026, publik sempat dihebohkan soal wacana war tiket haji. Tujuan awal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) agar bisa mengurangi antrean pemberangkatan haji.
War tiket nantinya menggunakan kuota tambahan. Namun, kuota tambahan itu juga tidak setiap tahun diberikan Kerajaan Arab Saudi. Kini, wacana war tiket haji sudah dihentikan.
"Kalau itu dianggap sebagai terlalu prematur ya akan kita tutup dulu (pembahasan) sampai hari ini, sambil kita menyelesaikan haji kita yang sudah di depan mata," ujar Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf, dalam rapat kerja dengan anggota Komisi VIII DPR RI di Parlemen, Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Irfan mengakui, awal mula wacana itu disampaikan olehnya. Dia bertanggung jawab atas pernyataan wacana war tiket.
"Saya akui war tiket, war tiket ini memang wacana yang sedang kita bahas di Kementerian Haji, dan kalau kita ditanya siapa yang bertanggung jawab? Sayalah orang yang pertama melontarkan istilah war tiket ini," ucap dia.
Irfan mengakui istilah war tiket merupakan wacana awal yang masih tahap pembahasan. Ia menegaskan segala kebijakan baru akan dikaji secara matang sebelum disampaikan ke publik. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
"Sambil kita menyelesaikan haji kita yang sudah di depan mata," ujar dia.
