Jakarta, IDN Times - Warga Desa Tarutung, Ebyn Hutauruk, tak dapat menahan tangis ketika mengetahui istri dan anaknya belum bisa ditemukan usai banjir hebat melanda Sumatra Utara sejak Selasa, 25 November 2025. Alhasil, ia memutuskan nekat berjalan kaki dari Sibolga menuju Tukka, Tapanuli Tengah.
Menurut penghitungan dari aplikasi Google Map, jarak yang ditempuh mencapai sekitar 12 kilometer. Ebyn tak memiliki opsi lain. Sebab, akses transportasi dari Sibolga menuju ke Tapanuli Tengah terputus akibat tertutup material longsor.
Di tengah upayanya mencari anggota keluarga, Ebyn tak sengaja bertemu dengan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu yang sedang meninjau lokasi untuk mengetahui kondisi pasca-dihantam banjir hebat.
"Istri saya gendong anak, sudah dua hari tidak bertemu," ujar Ebyn berurai air mata ketika ditemui Masinton.
Momen perjumpaan Masinton dan Ebyn itu direkam video dan diunggah ke akun media sosialnya pada Kamis, 27 November 2025. Konten tersebut pun viral di media sosial. Apalagi Ebyn berjalan kaki tanpa mengenakan alas kaki.
"Iya, saya bisa memahami. Telepon gak ada, listrik mati. Mudah-mudahan (keluarga) sehat ya," kata Masinton berusaha menenangkan Ebyn.
"Mereka sekarang di mana, Pak? Aduh, saya hanya ingin tahu saja, Pak," tanya Ebyn.
Masinton pun mengusulkan agar Ebyn menuju ke titik pengungsian terdekat di GOR. Di sana, ia bisa menanyakan kepada petugas. "Nanti koordinasi di sana supaya dibantu ya," kata Bupati dari PDI Perjuangan (PDIP) itu.
