Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo saat memberikan pidato arahan pada Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). (Dok. IDN Times)
Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo saat memberikan pidato arahan pada Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). (Dok. IDN Times)

Intinya sih...

  • Jokowi diibaratkan seperti Messi tanpa Piala Dunia dalam karier politiknya

  • Prestasi dan karier politik Jokowi disoroti, mirip dengan Lionel Messi yang telah mengoleksi hampir semua gelar prestisius di level klub dan individu

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo mendeklarasikan diri akan memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2029 mendatang. Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi warisannya.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PSI, Andi Saiful Haq, mengatakan, Jokowi sebagai sosok besar yang telah menorehkan hampir seluruh prestasi politik. Namun, kata dia, masih ada satu pencapaian yang belum diraih Jokowi.

“Pak Jokowi itu ibarat Messi tanpa Piala Dunia,” kata dia kepada IDN Times, Selasa (3/2/2026).

1. Soroti prestasi dan karier politik Jokowi

Presiden ke-7 RI Joko Widodo memberikan arahan kepada kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (31/1/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Menurut dia, analogi tersebut merujuk pada perjalanan karier sepak bola Lionel Messi yang telah mengoleksi hampir seluruh gelar prestisius di level klub dan individu. Messi pun melengkapi prestasinya dengan Piala Dunia bersama Argentina pada 2022 silam.

“Messi sudah memenangkan hampir semua liga, mulai dari 10 gelar La Liga, 7 gelar Copa Del Rey dan 4 Liga Champion. Belum lagi penghargaan bergengsi Ballon d’Or dan Sepatu Emas Eropa. Mirip seperti Pak Jokowi,” ujar dia.

Menurut Saiful, Jokowi juga memiliki rekam jejak politik yang nyaris sempurna di jalur eksekutif. Dia mengatakan, keberhasilan Jokowi menapaki seluruh jenjang pemilihan langsung menjadi pencapaian langka dalam politik nasional.

“Pak Jokowi memenangkan Pilkada Wali Kota Solo 2 kali dengan kemenangan fantastis, Menang Pilkada Gubernur DKI dan dua kali memenangkan kursi Presiden Republik Indonesia. Bahkan namanya disebut-sebut sebagai faktor kemenangan Prabowo-Gibran. Jarang politisi nasional memiliki karir cemerlang seperti beliau. Setelah tidak menjabat pun, approval rating beliau masih tinggi,” kata dia.

2. Masih ada capaian politik yang belum diraih Jokowi, bak Messi sebelum angkat trofi piala dunia

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PSI, Andi Saiful Haq (dok. PSI)

Meski demikian, Saiful menilai, masih ada satu capaian politik yang belum diraih Jokowi, yakni kemenangan dalam pemilu legislatif. Ini serupa dengan ambisi Messi di penghujung kariernya sebelum mengangkat trofi Piala Dunia.

“Namun ada yang kurang bagi Messi di antara semua kariernya di sepak bola dunia. Di penghujung kariernya, Messi tentu ingin mengangkat tropi Piala Dunia untuk Argentina, lalu itu terwujud pada tahun 2022. Kira-kira sama halnya dengan Pak Jokowi. Semua tingkatan pemilu eksekutif sudah pernah beliau menangkan. Tinggal satu lagi, pemilu legislatif,” kata dia.

Walaupun Jokowi pernah memenangkan pemilu legislatif bersama PDI Perjuangan (PDIP), kata dia, kemenangan tersebut tidak pernah sepenuhnya dikaitkan dengan kontribusi mantan Wali Kota Solo itu. Padahal dalam berbagai survei menunjukkan pengaruh signifikan Jokowi.

“Memang Pak Jokowi pernah bersama PDIP, namun kemenangan PDIP di pemilu legislatif, tidak akan pernah diakui sebagai kontribusi Jokowi, meski survei-survei menyatakan berbeda. Jadi wajar jika dalam Rakernas PSI 2026 di Makassar, Jokowi akan mati-matian membawa PSI ke Senayan. Bagi Pak Jokowi ini adalah karier paripurna, sama halnya Piala Dunia bagi Messi,” kata Saiful.

3. Jokowi siap mati-matian bantu PSI

Presiden ke-7 RI Joko Widodo memberikan arahan kepada kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diajak berswafoto usai menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (31/1/2026). (Dok. PSI Sulsel)

Sebelumnya, Jokowi menyatakan akan bekerja mati-matian untuk PSI. Hal itu disampaikan dalam Rakernas PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026). Jokowi memastikan akan bekerja keras untuk kemenangan PSI pada Pemilu 2029. Ia juga berjanji akan bekerja habis-habisan untuk PSI.

“Saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI. Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI!. Saudara bekerja habis-habisan untuk PSI, saya pun akan bekerja habis-habisan untuk PSI!” kata dia.

Jokowi menjelaskan, Indonesia memerlukan partai dan politik yang mengendapkan kebaikan. Jokowi juga menegaskan kesiapannya turun langsung ke berbagai daerah demi memperkuat PSI menghadapi Pemilu 2029.

Dia menilai target besar PSI hanya bisa dicapai jika ditopang oleh mesin partai yang besar, solid, dan benar-benar bekerja hingga akar rumput. Dia menekankan, struktur partai tidak boleh berhenti sebagai kelengkapan administratif, melainkan harus hidup dan aktif di lapangan.

“Inilah yang harus kita kerjakan. Negara ini perlu partai yang baik. Perlu politik kebaikan, politik untuk kebaikan,” kata dia.

Jokowi menyatakan dirinya masih sanggup terlibat langsung untuk memperkuat PSI di seluruh wilayah Indonesia. Keterlibatan itu, kata Jokowi, bisa dilakukan dari tingkat provinsi hingga ke kabupaten, kota, bahkan kecamatan jika dibutuhkan.

"Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi. Semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten kota. Kalau perlu sampai ke kecamatan, saya masih sanggup," kata Jokowi disambut tepuk tangan meriah kader PSI.

Menurut Jokowi, keterlibatan langsung tersebut penting agar mesin partai benar-benar bergerak dan tidak hanya aktif di tingkat pusat.

Editorial Team