Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Waspada Campak, Kadinkes DKI: Jangan Pegang-Pegang Bayi saat Lebaran
Kepala Dinas DKI Jakarta Ani Ruspitawati di RS Duren Sawit, Selasa (10/3/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengimbau masyarakat agar tidak memegang atau mencium bayi saat Lebaran untuk mencegah penyebaran campak.
  • Hingga kini belum ditemukan kasus positif campak di Jakarta, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan karena interaksi masyarakat meningkat selama libur Lebaran.
  • Dinkes DKI melakukan surveilans di berbagai puskesmas dan mengingatkan bahwa daerah sekitar Jakarta sudah mulai melaporkan kasus campak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
10 Maret 2026

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengimbau masyarakat agar tidak memegang atau mencium bayi dan anak-anak saat silaturahmi Lebaran sebagai langkah pencegahan campak. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus positif campak di Jakarta.

kini

Dinkes DKI terus melakukan surveilans di berbagai puskesmas untuk memantau potensi penyebaran campak. Ani mengingatkan bahwa beberapa daerah sekitar Jakarta telah melaporkan kasus positif sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan menjelang libur Lebaran.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tidak memegang atau mencium bayi dan anak-anak saat bersilaturahmi Lebaran guna mencegah potensi penyebaran campak.
  • Who?
    Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyampaikan imbauan tersebut kepada masyarakat menjelang libur Lebaran.
  • Where?
    Imbauan disampaikan di wilayah Jakarta Timur, dengan fokus kewaspadaan di seluruh area DKI Jakarta dan sekitarnya.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Selasa, 10 Maret 2026, menjelang periode libur dan perayaan Hari Raya Lebaran.
  • Why?
    Anjuran diberikan karena bayi dan balita memiliki daya tahan tubuh rendah serta meningkatnya interaksi sosial selama Lebaran berpotensi memperluas penularan penyakit campak.
  • How?
    Dinkes DKI melakukan pemantauan melalui program surveilans di sejumlah puskesmas serta pemeriksaan laboratorium terhadap kasus yang menunjukkan gejala mirip campak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bu Ani dari Dinas Kesehatan bilang jangan pegang atau cium bayi pas Lebaran nanti. Katanya supaya bayi dan anak kecil nggak kena campak. Sekarang di Jakarta belum ada yang sakit campak, tapi di daerah dekat sini sudah ada. Jadi petugas kesehatan lagi jaga dan lihat-lihat di puskesmas biar semua aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengimbau agar masyarakat menahan diri dari kebiasaan memegang dan mencium bayi serta anak-anak saat bersilaturahmi selama periode libur Lebaran mendatang.

Imbauan ini disampaikan sebagai langkah kewaspadaan terhadap potensi penyebaran campak. Menurut Ani, anak-anak, terutama bayi dan balita, merupakan kelompok paling rentan terinfeksi.

"Yang kelompok paling rentan adalah anak-anak. Salah satu pesannya adalah jangan suka memegang, mencium anak-anak, terutama yang masih bayi dan balita karena daya tahan tubuhnya masih sangat rentan," ujar Ani di Jakarta Timur, Selasa (10/3/2026).

1. Belum ditemukan kasus campak

ilustrasi vaksin campak (freepik.com/freepik)

Imbauan ini dikeluarkan meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus positif campak di wilayah Jakarta. Meskipun demikian, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang masa libur Lebaran di mana interaksi masyarakat cenderung meningkat.

"Campak saat ini di Jakarta belum ditemukan ada yang positif," ujar Ani.

2. Dinkes lakukan surveilans

ilustrasi campak (IDN Times/NRF)

Ani mengatakan, Dinkes DKI secara proaktif melakukan pemantauan melalui program surveillance di berbagai lokasi puskesmas.

"Jadi kami melakukan pemantauan dengan melakukan surveillance. Ada beberapa lokasi puskesmas yang menjadi lokasi surveillance," kata dia.

3. Ingatkan daerah lain terdapat positif campak

Pasien anak pada kasus campak di RSUD Soedarso Pontianak. (IDN Times/Teri).

Setiap ada temuan kasus dengan gejala yang mengarah ke campak akan langsung dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium untuk memastikan diagnosa.

Meski Jakarta masih mencatatkan nol kasus positif, Ani mengingatkan bahwa di daerah sekitar Jakarta sudah mulai ditemukan beberapa kasus. .

"Tapi daerah di sekitar Jakarta memang sudah mulai ada. Jadi ini tetap menjadi kewaspadaan kita sama-sama, terutama menjelang Hari Raya Lebaran ketika ramai biasanya banyak berinteraksi antara satu yang lain," kata dia.

Editorial Team