Jakarta, IDN Times – Pengawasan kesehatan hewan kurban menjadi perhatian serius menjelang Idul Adha, seiring meningkatnya jumlah pemotongan hewan di Indonesia. Kementerian Pertanian mencatat, pada 2025 jumlah pemotongan hewan kurban mencapai 2,26 juta ekor atau naik sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya.
Di sisi lain, ancaman penyakit hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) masih ditemukan di sejumlah wilayah. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan pengawasan serta edukasi kepada masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat.
Ketua Umum PB PDHI, Muhammad Munawaroh, mengatakan masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih hewan kurban, agar sesuai dengan syariat dan kondisi kesehatan.
“Penyakit PMK dan LSD masih cukup sering ditemukan. Karena itu masyarakat perlu lebih teliti saat memilih hewan kurban, agar tidak memilih hewan yang sakit. Pada saat pemotongan hewan kurban, kita juga harus memperhatikan kesejahteraan hewan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).
