Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Waspada PMK dan LSD, Masyarakat Diminta Teliti Pilih Hewan Kurban
GM Network Development Human Initiative, Ferry Suranto, bersama Ketua Umum PB PDHI drh. Muhammad Munawaroh, M.M, saat melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban/dok HI
  • Kementerian Pertanian mencatat peningkatan pemotongan hewan kurban hingga 2,26 juta ekor pada 2025, disertai peringatan terhadap ancaman penyakit PMK dan LSD di sejumlah wilayah.
  • PDHI bersama Human Initiative berkolaborasi dalam program Sebar Kurban 2026 untuk menerapkan prinsip ASUH—Aman, Sehat, Utuh, Halal—dalam seluruh proses kurban dari pemilihan hingga distribusi daging.
  • Kolaborasi ini juga menekankan praktik pemotongan higienis dengan menjaga kebersihan area penyembelihan serta memastikan daging yang didistribusikan tetap layak konsumsi bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2025

Kementerian Pertanian mencatat jumlah pemotongan hewan qurban mencapai 2,26 juta ekor, meningkat sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Ancaman penyakit PMK dan LSD masih ditemukan di sejumlah wilayah.

13 Mei 2026

Ketua Umum PB PDHI Muhammad Munawaroh mengimbau masyarakat agar lebih teliti memilih hewan qurban dan memperhatikan kesejahteraan hewan saat pemotongan.

Tahun 2026

PDHI bersama Human Initiative meluncurkan program Sebar Qurban 2026 yang menekankan prinsip ASUH serta pengawasan kesehatan hewan. Human Initiative berencana menyalurkan qurban di 27 provinsi, 134 kabupaten/kota, dan 11 negara dengan dukungan PDHI untuk menjaga standar kesehatan dan kebersihan pemotongan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah dan organisasi kemanusiaan mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti memilih hewan qurban menjelang Iduladha 2026, guna mencegah penyebaran penyakit hewan seperti PMK dan LSD serta memastikan penerapan prinsip ASUH.
  • Who?
    Kementerian Pertanian, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Human Initiative, Ketua Umum PB PDHI Muhammad Munawaroh, dan GM Network Development Human Initiative Ferry Suranto terlibat dalam pengawasan serta edukasi kesehatan hewan qurban.
  • Where?
    Kegiatan pengawasan dan distribusi hewan qurban dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, mencakup 27 provinsi dan 134 kabupaten/kota, serta beberapa negara tempat penyaluran program Sebar Qurban 2026.
  • When?
    Keterangan disampaikan pada Rabu, 13 Mei 2026, menjelang pelaksanaan Iduladha tahun 2026 ketika jumlah pemotongan hewan qurban diperkirakan meningkat sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya.
  • Why?
    Peningkatan jumlah pemotongan hewan qurban disertai masih ditemukannya kasus PMK dan LSD mendorong perlunya pengawasan ketat agar masyarakat memperoleh daging yang aman, sehat, utuh, halal, serta layak konsumsi.
  • How?
    Upaya dilakukan melalui kolaborasi PDHI dan Human Initiative dengan pendampingan peternak, pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan titik distribusi, serta penerapan praktik pemotongan higienis di lokasi penyembelihan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sebentar lagi Iduladha, banyak orang mau beli hewan qurban. Tapi ada penyakit hewan namanya PMK dan LSD yang bisa bikin sapi atau kambing sakit. Dokter hewan bilang kita harus pilih hewan yang sehat dan bersih. Ada kerja sama dokter hewan dan lembaga bantu orang buat jaga kesehatan hewan, supaya dagingnya aman, halal, dan bersih waktu dibagi ke orang-orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kolaborasi antara PDHI dan Human Initiative dalam program Sebar Qurban 2026 menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga kesehatan hewan dan kualitas daging qurban. Melalui pendampingan peternak, pemeriksaan hewan, serta penerapan prinsip ASUH, kegiatan ini tidak hanya memastikan kelayakan hewan tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam menyalurkan manfaat qurban secara higienis dan bertanggung jawab.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Pengawasan kesehatan hewan kurban menjadi perhatian serius menjelang Idul Adha, seiring meningkatnya jumlah pemotongan hewan di Indonesia. Kementerian Pertanian mencatat, pada 2025 jumlah pemotongan hewan kurban mencapai 2,26 juta ekor atau naik sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di sisi lain, ancaman penyakit hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) masih ditemukan di sejumlah wilayah. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan pengawasan serta edukasi kepada masyarakat dalam memilih hewan kurban yang sehat.

Ketua Umum PB PDHI, Muhammad Munawaroh, mengatakan masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih hewan kurban, agar sesuai dengan syariat dan kondisi kesehatan.

“Penyakit PMK dan LSD masih cukup sering ditemukan. Karena itu masyarakat perlu lebih teliti saat memilih hewan kurban, agar tidak memilih hewan yang sakit. Pada saat pemotongan hewan kurban, kita juga harus memperhatikan kesejahteraan hewan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2026).

1. Pentingnya penerapan ASUH

GM Network Development Human Initiative, Ferry Suranto, bersama Ketua Umum PB PDHI drh. Muhammad Munawaroh, M.M, saat melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban/(dok HI)

Untuk itu, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) bersama Human Initiative melakukan kolaborasi dalam program Sebar Kurban 2026. Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal, dalam seluruh rangkaian proses kurban, mulai dari pemilihan hewan hingga distribusi daging.

"Kerja sama ini difokuskan pada pendampingan peternak, pemeriksaan kesehatan hewan, serta pengawasan di titik distribusi guna memastikan kondisi hewan tetap layak sebelum disembelih," ucapnya.

2. Tekankan aspek kesehatan kurban

Aktivitas jual beli hewan kurban di pasar ternak Magetan. (IDN Times/Riyanto)

Sementara itu, GM Network Development Human Initiative, Ferry Suranto, menyampaikan program kurban yang dijalankan lembaganya juga menekankan aspek kesehatan hewan dan kualitas distribusi.

“Tahun 2026 ini Human Initiative insyaallah akan menyalurkan kurban di 27 provinsi, 134 kabupaten/kota, dan 11 negara. Dukungan dari PDHI ini menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi dapat menghasilkan dampak yang lebih besar dan lebih luas melalui penjagaan standar kesehatan hewan, kebersihan pemotongan, dan kualitas daging sampai ke masyarakat,” ujar Ferry.

3. Praktik pemotongan higienis

Human Initiative berikan daging Qurban di wilayah pelosok (dok/HI)

Selain itu, kolaborasi ini juga mendorong panitia kurban untuk menerapkan praktik pemotongan yang higienis. Di antaranya dengan memisahkan daging dan jeroan, menjaga kebersihan area penyembelihan, serta memastikan distribusi dilakukan secara tepat agar daging yang diterima masyarakat tetap layak konsumsi.

"Kebersamaan membuat langkah kebaikan terasa lebih berarti. Saat berbagai pihak bergerak bersama, manfaat kurban dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberi dampak yang lebih luas," ujarnya.

Editorial Team