Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
16 Orang Tewas dalam 2 Serangan Bersenjata di Honduras
ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)
  • Dua serangan bersenjata di Trujillo dan Cortes, Honduras, menewaskan 16 orang termasuk enam polisi yang sedang menjalankan operasi antigeng.
  • Pemerintah Honduras membentuk tim khusus berisi forensik dan jaksa untuk menyelidiki dua serangan serta menjamin perlindungan bagi komunitas terdampak.
  • Honduras baru saja keluar dari status darurat sejak 2022, dengan pemerintahan baru Nasry Asfura yang menekankan pendekatan keamanan keras di kawasan Amerika Latin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dua serangan bersenjata mengguncang Honduras pada Kamis (21/5/2026). Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 16 orang, termasuk enam polisi.

Serangan pertama terjadi di sebuah perkebunan kelapa sawit di wilayah Trujillo, bagian utara negara itu. Juru bicara Kepolisian Nasional Honduras, Edgardo Barahona, menyebutkan sedikitnya 10 pekerja tewas ditembak. Namun, jumlah korban secara keseluruhan masih belum diketahui pasti karena sebagian keluarga telah membawa pergi jenazah sebelum penyelidik sempat mengamankan lokasi kejadian.

Menurut laporan media lokal, para pria bersenjata menembaki para pekerja tanpa pandang bulu, termasuk beberapa orang yang berkumpul di sebuah gereja setempat.

  • https://www.aljazeera.com/news/2026/5/21/at-least-16-people-killed-in-two-attacks-in-northern-honduras

  • https://news.sky.com/story/at-least-16-killed-in-two-separate-shootings-in-honduras-13546813

1. Polisi yang ditugaskan melakukan operasi antigeng diserang di Cortes

ilustrasi polisi menjaga keamanan (unsplash.com/ev)

Belum diketahui apa motif serangan tersebut. Namun, Trujillo telah dilanda konflik agraria selama beberapa dekade. Pakar hak asasi manusia mengatakan, kelompok bersenjata kerap memaksa petani dan pekerja lokal meninggalkan lahan mereka, yang dalam beberapa kasus berujung pada serangan mematikan.

Dilansir CNN, serangan kedua terjadi di wilayah lainnya di utara Honduras, tepatnya di Cortes, dekat perbatasan dengan Guatemala. Saat itu, para pria bersenjata menembaki polisi yang sedang melakukan perjalanan dari ibu kota, Tegucigalpa, ke Omoa di Cortes untuk melakukan operasi antigeng.

Akibatnya, enam polisi tewas, termasuk seorang perwira senior. Pihak berwenang mengatakan bahwa bahwa para penyerang kemungkinan juga tewas atau terluka dalam serangan tersebut.

2. Polisi berjanji akan mengusut tuntas dua serangan tersebut

ilustrasi penjagaan polisi (unsplash.com/David Trinks)

Usai dua serangan tersebut, Kepolisian Nasional menyatakan akan segera melakukan intervensi langsung di daerah yang terdampak. Tim termasuk spesialis forensik dan jaksa dibentuk untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Negara akan bertindak tegas untuk menangkap para pelaku, melindungi komunitas rentan, dan memastikan keadilan menyeluruh bagi semua korban yang terdampak,” demikian bunyi pernyataan itu, dikutip dari Al Jazeera.

3. Honduras berada dalam status darurat selama bertahun-tahun

ilustrasi serangan penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)

Sejak 2022, Honduras berada dalam status darurat sebagai upaya untuk memberantas kejahatan. Namun, para kritikus mengecam kebijakan tersebut karena dinilai dapat melemahkan kebebasan sipil dan memberikan kekuasaan yang berlebihan kepada aparat penegak hukum, sehingga memungkinkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia.

Status darurat itu berakhir pada Januari 2026 setelah pelantikan presiden sayap kanan Nasry Asfura, sekutu dekat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang memprioritaskan pendekatan keras terhadap keamanan di Amerika Latin. Pada Maret, Asfura berpartisipasi dalam konferensi sayap kanan “Shield of the Americas” di Florida, sebuah pertemuan untuk membahas keamanan regional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team