Honduras Mau Kerja Sama dengan AS, Lawan Penyelundupan Narkoba

- Presiden Honduras Nasry Asfura sepakat bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk melawan penyelundupan narkoba, dibahas dalam pertemuan dengan Wakil Shield of the Americas, Kristi Noem di Tegucigalpa.
- Pemerintah Honduras akan memperkuat aparat keamanan dan koordinasi dengan institusi AS guna memberantas organisasi kriminal, termasuk peningkatan keamanan siber serta hukuman bagi pelaku kejahatan.
- PBB menyoroti pelanggaran HAM serius oleh aparat Honduras selama keadaan darurat 2025, yang memungkinkan penangkapan tanpa perintah pengadilan demi memerangi geng dan pemerasan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Honduras, Nasry Asfura setuju bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) untuk melawan penyelundupan narkoba. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan Wakil Shield of the Americas, Kristi Noem di Tegucigalpa.
“Itu adalah sebuah pertemuan dengan penerimaan yang sangat baik. Kami mendiskusikan soal kerja sama untuk membuat Benua Amerika lebih baik,” terangnya, dikutip dari The Tico Times, Selasa (24/3/2026).
Sementara itu, Asfura baru dilantik pada Januari 2026 usai terpilih dalam pemilihan presiden (pilpres) 2025. Pemimpin sayap kanan itu diketahui mendapatkan dukungan langsung dari Presiden AS, Donald Trump.
1. Asfura dan Noem diskusikan masalah investasi
Asfura mengungkapkan bahwa penguatan di Benua Amerika disertai dengan peningkatan kesejahteraan untuk mengatasi masalah migrasi. Salah satunya dengan penguatan investasi dari AS di Honduras.
“AS adalah sekutu utama Honduras. Sebagai negara bersahabat, kami akan bekerja sama untuk menyelesaikan dan melawan masalah dari masing-masing negara bersama-sama,” ungkapnya, dikutip dari La Prensa.
2. Honduras akan memperkuat aparat keamanan
Menteri Dalam Negeri Honduras, Gerson Velasquez mengatakan, siap bekerja sama dengan sejumlah institusi AS. Dengan ini, AS dan Honduras akan meningkatkan koordinasi melawan penyelundupan narkoba.
“Kami menjamin kerja sama antara institusi kami dengan berbagai institusi di AS dalam melawan organisasi kriminal dengan efektif. Strategi ini sudah dibahas dalam Shield of the Americas termasuk memperkuat keamanan siber, dan perlawanan terhadap penyelundupan narkoba dan organisasi kriminal,” tuturnya.
Honduras juga bersiap untuk memperkuat hukum dan meningkatkan hukuman kepada pelaku kriminalitas. Tak hanya itu, Honduras akan memperkuat polisi dan militernya dalam melawan organisasi kriminal.
3. PBB sebut ada pelanggaran HAM serius di Honduras
Pada awal Maret, PBB menyebut bahwa personel keamanan Honduras melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serius pada 2025. Pelanggaran itu dilakukan bersamaan dengan penerapan keadaan darurat di negara Amerika Tengah tersebut.
Keadaan darurat itu diberlakukan pertama kalinya pada Desember 2022 untuk melawan geng kriminal dan tindak pemerasan. Alhasil, personel keamanan diperbolehkan menangkap seseorang tanpa perintah dari pengadilan yang berisiko pelanggaran HAM.


















