Jakarta, IDN Times - Dua negara NATO, yakni Inggris dan Prancis, menolak ajakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk memblokade Selat Hormuz. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (13/4/2026), Inggris dan Prancis mengatakan tidak ingin terlibat lebih intens ke dalam konflik yang terjadi antara AS dan Iran.
NATO ingin Selat Hormuz tetap terbuka agar kapal-kapal minyak dapat berlayar di sana dengan bebas. Jika selat diblokade atau ditutup, maka pelayaran kapal minyak dari dan ke selat tersebut akan terhambat sehingga harga minyak global bakal kembali naik seperti yang terjadi pada Maret 2026 lalu.
"Kami tidak mendukung blokade tersebut. Keputusan saya sudah sangat jelas bahwa apa pun tekanannya dan memang ada tekanan yang cukup besar, kami tidak akan terseret ke dalam perang," kata Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, kepada BBC, seperti dikutip Jerusalem Post.
