Jakarta, IDN Times - Pemerintah Sri Lanka secara resmi mengumumkan pemulangan 238 pelaut asal Iran pada Rabu (15/4/2026). Para pelaut ini sebelumnya terdampar di Sri Lanka selama beberapa minggu akibat konflik militer di kawasan Samudra Hindia.
Langkah diplomatik ini diambil setelah pemerintah Sri Lanka dan Iran berkoordinasi untuk memastikan keselamatan para awak kapal. Mereka tertahan setelah salah satu kapal perang Iran tenggelam karena serangan kapal selam Amerika Serikat (AS) di perairan internasional dekat wilayah Sri Lanka.
Proses pemulangan sendiri telah dilakukan pada Selasa (14/4/2026). Para pelaut yang dipulangkan terdiri dari korban selamat dari kapal fregat IRIS Dena, serta kru kapal pendukung IRIS Bushehr yang sebelumnya diizinkan bersandar karena alasan kemanusiaan. Meski situasi keamanan sedang tegang antara AS dan Iran, Sri Lanka memilih tetap netral dan mengikuti aturan internasional untuk membantu pelaut yang mengalami musibah di laut.
