Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Presiden Iran: Kami Ingin Akhiri Perang dengan Bermartabat

Presiden Iran: Kami Ingin Akhiri Perang dengan Bermartabat
potret Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (media.mehrnews.com/Ayoub Ghaderi via commons.wikimedia.org/Ayoub Ghaderi)
Intinya Sih
  • Presiden Iran Masoud Pezeskhian menegaskan ingin mengakhiri perang dengan AS dan Israel secara bermartabat tanpa menghentikan program senjata nuklir negaranya.
  • Negosiasi perdamaian antara AS dan Iran di Islamabad gagal setelah Iran menolak syarat penghentian program nuklir yang diajukan oleh Washington.
  • Pemerintah Iran membantah klaim Donald Trump bahwa Teheran setuju menghentikan program nuklir dan menyerahkan uranium, menyebut pernyataan itu hoaks yang menyesatkan publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Iran, Masoud Pezeskhian, menegaskan ia ingin mengakhiri perang dengan Amerika Serikat dan Israel dengan tetap menjaga martabat negaranya. Ia tidak ingin menyetujui syarat-syarat dari AS, yakni menghentikan program senjata nuklir hanya untuk mengakhiri perang yang kini sudah berjalan lebih dari sebulan. 

"(Donald) Trump mengatakan Iran seharusnya tidak menggunakan hak nuklirnya. Namun, (ia) tidak menjelaskan kejahatan apa yang telah dilakukan Iran," kata Pezeshkian saat berkunjung ke Kementerian Olahraga dan Pemuda Iran, seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (19/4/2026).

1. Penghentian program senjata nuklir jadi syarat utama untuk mengakhiri perang

Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Sebagaimana diketahui, penghentian program senjata nuklir merupakan syarat utama yang diberikan AS kepada Iran agar perang bisa berakhir. Namun, Iran memutuskan untuk menolak syarat tersebut. Penolakan ini membuat negosiasi perdamaian tahap pertama yang dilakukan AS dan Iran di Islamabad, Pakistan, pada pekan lalu gagal total.

“Kita perlu melihat komitmen tegas bahwa mereka tidak akan berupaya mendapatkan senjata nuklir, dan mereka tidak akan berupaya mendapatkan alat-alat yang memungkinkan mereka untuk dengan cepat memperoleh senjata nuklir. Itulah tujuan utama presiden Amerika Serikat, dan itulah yang telah kami coba capai melalui negosiasi ini,” kata Wakil Presiden AS, JD Vance, usai melakukan pertemuan dengan perwakilan Iran dilansir Times of Israel.

2. Trump mengklaim Iran setuju menyetop program senjata nuklirnya

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di Pesawat Air Force One.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di Pesawat Air Force One. (commons.wikimedia.org/Official White House Photo)

Namun, Presiden AS, Donald Trump, pada Kamis (16/4/2026) lalu menyebut Iran kini sudah setuju untuk menghentikan program senjata nuklirnya. Ini dilakukan agar perang dengan AS dan Israel bisa berakhir permanen. Selain itu, Trump juga mengklaim bahwa Iran kini sudah setuju untuk menyerahkan pasokan uraniumnya kepada AS.

Semua klaim yang dilontarkan Trump tadi dibantah keras oleh Iran. Iran menegaskan tidak akan setuju menghentikan program nuklir dan memberi cadangan uraniumnya ke AS. “Presiden Amerika Serikat membuat tujuh klaim dalam satu jam. Ketujuh klaim tersebut salah. Mereka tidak memenangkan perang dengan kebohongan ini. Mereka pasti tidak akan mendapatkan apa pun dalam negosiasi,” tulis Juru Bicara Parlemen Iran, Mohammad-Bagher Ghalibaf, dalam sebuah unggahan di X.

3. Ghalibaf meminta semua pihak jangan terpapar klaim palsu Trump

Donald Trump sedang berada di kantornya.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di kantornya. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Bantahan yang dilontarkan Ghalibaf tadi lantas dipertegas oleh Kementerian Luar Negeri Iran. Mereka mengatakan Iran tidak akan pernah menyerahkan cadangan uraniumnya ke negara mana pun, termasuk ke Negeri Paman Sam.

"Uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun; memindahkan uranium ke Amerika Serikat bukanlah pilihan bagi kami," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dilansir Jerusalem Post

Oleh karena itu, Ghalibaf meminta semua pihak agar jangan termakan klaim palsu yang kerap dilontarkan Trump. Sebab, menurutnya, semua klaim Trump yang menyangkut Iran adalah hoaks dan berpotensi menyesatkan publik. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More